Sabtu, 13 Juni 2015

Haramkah copy paste dalam berdakwah di sosial media?

Haramkah copy paste Dalam Dakwah di sosial media?


Bismillahirrahmanirrahiim

Selamat pagi akhy wa ukhti
Subhanallah semoga hidayah dan rahmat Allah selalui menyertai kalian semua. Dan dibukan Allah segala pintu rezeki dan dipanjang usia yang senantiasa bermanfaat untuk kebaikan.



Seperti apa yang saya janjikan beberapa hari yang lalu tentang tulisan ini. Maka hari ini saya akan menuliskan pendapat dan pandangan saya kepada para pembaca semua tentang status copy paste dalam dakwah apakah di bolehkan atau dilarang.


Awalnya ide tulisan ini adalah ketika saya menyimak dan menyaksikan bahkan pernah terlibat pada perdebatan (yang sekarang saya hindari), ada sebagian orang ketika berdebat menemukan lawan debatnya yang fasih mengeluarkan Dalil. Dia langsung mematikan langkah lawan debatnya dengan ungkapan "Ah, belajar agama dari google aja sok kali", "Ah paling bisanya Cuma copas, copas dari blog blog gak jelas, nahwu aja gak pernah belajar sok mau berdalil"


Saya disini bukan untuk membela yang berpendapat atau bahasa kasarnya PAMER DALIL dalam perdebatan agama di dunia maya, biasanya sering terjadia facebook. Saya hanya berusaha meluruskan bahwasanya pendapat seperti ini menjadi paradigma baru dalam dunia dakwah bahwasanya copy paste itu adalah bukan dalil yang shahih , meski muatan hadits yang melekat itu shahih secara mutawatir pula. Seakan akan copy paste itu adalah suatu keharaman mutlak bagi seorang da'i. Nah biasanya mereka yang kena hujatan copas ini pun akhirnya tak mau kalah dan terus menghujani mereka yang menghujat ini dengan dalil dali yang seakan dipaksakan. Disinilah keburukan debat, manusia menjadi ujub pada dirinya sendiri, enggan dipermalukan di sosial media dan sebiasa mungkin membungkam lawan debatnya dengan berjuta juta dalil yang terkesan dipaksakan bahkan tidak sesuai dengan apa yang menjadi bahan perdebatan. Tidak pelak akhir akhir nya perdebatan ini menjadi ajang salnig caci maki dan umpata umpatan kotor dari mereka yang menamakan diri mereka dengan sebuatan muslimin Ahlus sunnah Waljamaah.



Oke saudara saudara ku jika menemukan perdebatan seperti itu harus kita out dari lapak lapak mereka. Saya akui dulu pun saya begitu namun semakin saya belajar, saya semakin tahu kebobrokan semua itu saya semakin menghindarinya, cukup lah
 bagi saya menghadirkan satu buah dalil jika mereka tidak terima, maka saya serahkan semuanya kepada Allah subhana wata'ala, karena hidayah hanya ada ditanganya bukan ditangan saya.



Oke sekarang kita masuk ke pembahasan yang saya janjikan kepada ukhti wak akhy semua, yakni tentang HARAM KAH COPY PASTE DALAM DUNIA DAKWAH MELALUI TULISAN DI SOSIAL MEDIA?


 Mari coba kita telah pelan pelan satu persatu apa itu yang dinamakan copy paste.


Copy = berarti menyalin 
Paste = berarti Tempel

Jadi secara istilah dalam dunia penulisan bahkan dunia komputer copy paste adalah sebuah tindakan menyalin secara utuh semua file yang diperlukan dan menempelkannya kembali file tersebut di media lain dengan tujuan di publikasikan ulang.


Kalau bahasa sederhananya, kita menyalin sebuah tulisan tanpa ada perubahan sedikit pun dan mempublikasikan ulang sebuah tulisan.


Hal yang perlu kita ketahui adalah:
Setiap segala sesuatu yang di copy paste berarti tidak orisinil
Setiap karya orisinil setidaknya mengcopy paste karya sebelumnya.
Dalam mengcopy paste harus mengikuti etika yakni menuliskan sumbernya,

Dari 3 kaidah diatas dapat disimpulkan memang tidak ada satu pun karya yang benar benar orisinil, karena semuanya tidak lepas dari budaya copy paste, bahkan tulisan yang yang katanya orisinil pun tetap ada copy paste didalamnya dalam bentuk kutipan ilmiah para ahli, kata kata pujangga ternama bahkan hadist hadist nabi serta ayat ayat Al Quran.


Nah lalu sekarang ayuk mari kita kaitkan budaya copy paste dalam dakwah, apakah copy paste termasuk sesuatu yang tercela bahkan dipandang buruk ...?
Ayuk mari kita renungkan ...

Menurut arti yang telah kita ketahui bersama copy memiliki arti menyalin secara utuh tanpa ada perubahan pada objek yang akan disalin.

Maka perhatikan ..

Al Qur'an diturunkan Dari Allah, melalui Jibril kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam. Apa yang dicuapkan Allah / Kalamullah di dengar malaikat jibril, dan disampaikan kepada rasulullah tanpa ada pengurangan dan perubahan sedikitpun inilah yang dinamakan WAHYU, lalu Wahyu disampaikan Rasulullah kepada sahabat / umat tanpa ada pengurangan dan perubahan sedikit pun, begitu pula seterusnya, dari sahabat kemudia wahyu yang berupa perkataan, di salin / Copy ke atas kertas dan dibentuk menjadi mushaf (PASTE), dari para sahabat, mushaf di perbanyak (COPY) dan disebarkan (PASTE) hingga sampai ke tangan kita generasi sekarang tanpa ada perubahan sedikit pun.


Lalu kemudian kita bisa melihat dari hadits hadits, yang merupakan perkataan Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam, Hadits adalah perinci masalah masalah ibadah yang dijelaskan secara garis besar saja didalam Al Qur'an. Maka hadits juga berasal dari mulut Rasulullah, didengarkan sahabat, kemudia sahabat mengajarkannyakepada tabi'in tanpa ada pengurangan sedikit pun (Copy), dan para tabi'in menuliskan setiap hadits tersebut dan membentuk sebuah kitab, yang akhirnya ada 9 kitab hadits (Paste). Nah para murid tabi'in yakni tabi'ut tabi'ina menyebarkan kitab kitab hadits ini (copy) dan memperbanyaknya hingga sampai umat zaman ini, dan setiap kata Rasulullah Shalallahu'alaihi Wasallam di kutip dan di ambil dalam berbagai kitab kitab fiqih (Paste) .



Begitu pula dengan kitab kitab fiqih dan seterusnya apa yang ada didalamnya diambil dan di kutip hingga menjadi kitab baru. Maka ini juga copy paste.


Dari sini kita bisa belajar, bahwasanya budaya copy paste sudah diterapkan Allah dan RasulNya. Dengan cara inilah ke otentikan Al Quran terjaga, dengan cara inilah sebuah hadits bisa diketahui sanad nya dan ditetapkan sebuah hadits itu hukumnya Shahih, Shahih mutsabit, Shahih Nafi, Shahih Mursal, Hasan Shahih, Hasah Gharib, Dhaif, dan Maudhu.



Maka apakah lantas copy paste itu haram ...?

Jawabanya tidak wahai saudara saudari ku.


Hanya saja dalam berdakwah menggunakan media tulisan di sosial media harus bahan yang akan di copy paste ini adalah bahan yang bisa dipercaya, berasal dari website profesional, atau dari blog para dai yang telah diketahui kualitas keilmuannya. 

Banyak dari mereka yang meremehkan copy paste ini adalah karena tidak mengetahui hakikatnya.  


Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang maha menciptakan
(Qs Al 'Alaq 1)

Wahai Orang yang berselimut, bangunlah!, Lalu berilah peringatan
(Qs Al Muddatsir 1-2) 

Ayat pertama yang merupakan wahyu pertama adalah perintah membaca yang artinya menerima, menyalin wahyu kedalam hati sebagaimanayang diajarkan Malaikat Jibril tanpa ada pengurangan dan penambahan. Lalu ayat yang kedua surah Al Muddtsir ayat 1-2 yang merupakan wahyu kedua yang turun adalah perintah menyebarkan brosur dan memberi peringatan, dalam arti ini adalah Paste. Maka sesungguhnya budaya copy dan paste atau bahsa anak gaulnya adalaha Copas. Sudah dilakukan dan dipraktikan oleh nabi besar kita yakni Rasulullah Muhammad Al Mustafa bin abdullah bin abdul munthalib Shalallahu 'alaihi wasallam



Copy paste bukanlah hal yang tercela, justru karena mereka tidak memiliki ilmu, makanyamereka yang berdakwah di sosial media, mengcopy paste kata kata ulama ulama yang juga mengcopy paste kata perakataan ulama ulama sebelumnya dirinya. Hal ini berlaku ke atas sampai ke Rasululllah, dan inilah yang dinamakan Sanad. Maka beragam dengan dalil harus memiliki sanda sampai kepada Rasulullah. 


Maka oleh karena itu copy paste dapat dilakukan dengan syarat menyantumkan dari mana sumber bahan yang akan di copy paste.


Hendaknya mereka yang melakukan budaya copy paste, harus meneliti dahulu dari mana sumber dalil dalil tyang akan dijadikan hujjah. Maka oleh karena itu di butuhkan bimbingan guru dalam hal ini.


Copy Paste Halal kok kawan kawan ... D 


Minggu, 31 Mei 2015

Ketika Rokok Jadi Sahabat Pelajar


Ketika Rokok Menjadi Sahabat Pelajar

 




Cerita ini berawal dari saat saya sedang menempel ban becak di sebuah bengkel yang berada di jalan Joshua , daerah serdang. Kota medan. hari itu ban becak saya bocor , maka saya memutuskan mendorongnya menuju kebengkel dan menambal ban becak saya tersebut disebuah bengkel. Dan kebetulan bengkel itu terletak berhadap hadapan dengan sebuah sekolah swasta yakni sekolah Perguruan YB Joshua. Ketika saya sampai di lokasi bengkel, saya dapati bengkel di ramekan (dijadikan tempat nongkrong) oleh beberapa pelajar SMP dan SMA sekolah YB Joshua terebut.

 

 

 

Rata rata mereka disana adalah siswa kelas 3 yang telah selesai melaksanakan UN, nah karena jadwal pelajaran yang sudah kosong, mereka dizinkan pulang lebih dini oleh guru guru mereka. Nah mereka bukannya pulang tapi malah nongkrong di sekitar bengkel yang pemiliknya seorang keturunan tionghoa, “Acik”  seperti itu biasanya Saya memanggil nya.  Nah ketika Saya hendak menambal ban becak yang meletus. Saya harus menunggu lama agar dilayani. Saya pun menunggu , karena Saya lihat acik begitu sibuk meladeni anak anak SMA dan SMP yang berbelanja di kios kecil miliknya. Dan ternyata mereka semua berbelanja rokok. Dan acik pun hanya menjual rokok di bengkel sepedanya.

 

 

Saya yang mendapatinya merasa ganjil. Saya terus memperhatikan, kok acik ini bisa semabarangan menjual rokok kepada pelajar yang belum cukup umur. Terus kok pihak pengawas sekolah atau bahkan satpam atau bahkan guru guru tidak ada yang memperhatikan hal ini. Hampir semua muri murid yang nongkrong dibengkel adalah perokok. Dan diantara mereka ada yang merupakan perokok berat, bisa dilihat dari bibirnya yang hitam kebiru biruan dan gigi yang kuning. Melihat kondisi ini saya hanya bisa gelen geleng kepala.

 

 

Saya bertanya pada diri saya sendiri saat itu, apakah sudah begitu rusak kah generasi muda indonesia ? sehingga mereka dengan mudahnya merokok dengan bebasa tanpa ada rasa takut dan segan merokok di depan orang dewasa. Ini sebuah kontradiksi yang sangat kontradiktif menurut saya. Lihatlah  beberapa point ini.

1.        Mereka semua pelajar SMP dan SMA , nah rata rata mereka umur 13 sampai dengan 18 tahun. Mereka sudah menjadi perokok aktif.

2.       Mereka tidak lagi merokok sembunyi sembunyi, tepat didepan sekolah mereka merokok, dan lagi lagi guru guru mereka tidak peduli dengan ini.

3.       Apakah mungkin guru guru tidak tahu kalau murid muridnya tidak merokok..? Dulu dijaman saya sekolah, ketika ada sebagain teman saya merokok dnegan sembunyi sembunyi didalam toilet. Dan jika ketahuan apa lagi oleh siswa perempuan, pasati mulut mereka nyanyi sampai keruang guru dan di berilah hukuman.

Nah bagaimana mungkin disekolah yang sebegitu besar tidak ada satupun siswa yang melaporkan tindakkan teman temannya kepada guru mereka ...? kemana para siswi wanita yang biasa bawel dan suka melaporkan kebandelan laki laki kepada gurunya. Apakah bagi kawan kawan mereka merokok dengan seragam sekolah, di usia muda, didepan umum sudah merupakan sesuatu yang lumrah ..? sesuatu yang biasa saja...? sehingga mereka merasa tidak perlu melaporkan perihal ini kepada gurunya. Atau mereka semua adalah perokok , sehingga tidak ada yang mau melaporkan. Istilahnya MENJEGA SELERA NASIONAL.

Jika ini yang terjadi, maka jelas telah terjadi pergeseran moral yang sangat berbahaya, di lingkungan sekolah. Khususnya para guru, mengapa mereka berdiam diri...?

 

 

Generasi muda kita di giring ke dalam kehancuran. Ini baru rokok, bagaimana dengan pacaran, bagaimana dengan narkoba, bagaimana dengan pelecehan seksual. Masih segar dalam ingatan kita beberapa hari yang lalu beberapa pelajar SMA di tangkap karena berpesta sex dan bikini disebuah rumah selepas pelaksanaan UN, masih ingat didalam ingatan kita sebuah video mesum pelajar SMP disebuah sekolah ternama dijakarta. Dan masih jelas dibenak kita kecurangan kecurangan pelaksana UN, masih segar didalam darah kita muncul skandal guru atau dosen yang meluluskan skripsi dengan syarat siswi dan mahasiswi mau di gagahi pak guru yang merasa seperti MAS GAGAH.

 

 

 

Semua kejadian ini memunculkan pertanyaan besar dikepala saya ...?

Apa yang salah dengan Dunia pendidikan kita ..?

Apa Solusinya....?

 

 

 

Coba yuk kita analisa.

 

1.       Dalam sehari anak anak sekolah menghabiskan waktu normal belajar adalah 10 jam 2 jam istirahat jadi total 8 jam

2.       Dalam seminggu mereka belajar menjadi 48 jam

3.       Dalam seminggu pelajaran agama ada 2 x 2 jam pelajaran

4.       Maka dalam seminggu ada 4 pelajaran agama

5.       Dari 48 jam waktu belajar hanya  4 jam mereka belajar agama

6.       Bisakah merubah akhlak dan memberikan pemahamman agama hanya dengan tempo waktu 4 jam perminggu ...?

 

Ingat wahai bapak ibu guru dan orang tua, jangan sekali kali mengabaikan agama dalam dunia pendidikan anak anak kita. Agama itu Muraja’ah (pengulangan), itulah hakikat pelajaran agam yakni pengulangan , mengulang.

 

Yuk kita analisa sekali lagi

 

1.        Kita sholat 5 x sehari yang wajib, 3x sunnah mahabbah (thajjud, Dhuha, Witir), 8 x sunah rawatib jika digabungkan semua itu menjadi 16 x.  Maka dalam sehari kita mengulang ngulang shalat sebanyak 16x

2.       Kita membaca Al Quran , dan menghapalnya dan menjadikan nya bacaan sholat adalah pengulangan berkali kali. Makanya tak heran jika ada banyak orang yang mampu menghapal membaca Surah Yasin karena mengulang ngulangnya setiap hari malam kamis selama bertahun tahun dia hidup

3.       Kita puasa sebulan penuh dibulan ramadhan merupakan pengulangan puasa ramadhan sebelumnya

4.       Kita haji thawaf 7x adalah pengulangan berkali kali

5.       Kita di sunnahkan menyisihkan 10% penghasilan kita untuk sedeka, itu juga pengulangan berkali kali dari dzakat.

6.       Kita menghadiri pengajian rutin tiap seminggu sekali , itu adalah pengulangan dari beberapa kajian sebelumnya.

 

 

Bapak dan ibu, serta pembaca semua , ibadah agama kita adalah pengulangan, karena dengan mengulang ulang sebuah perbuatan maka itu akan berubah menjadi kebiasaan. Begitu pula dengan pengajaran dan belajar. Maka jika kita lihat acuan , seorang siswa hanya mendapatkan 4 jam pelajaran dalam seminggu apakah bisa memahami agama  dengan baik dan bisakah akhlaknya jadi baik ...? coba pikirkan....

 

 

Seorang guru agama dituntut mampu mengajarkan sebuah buku modul yang diberikan pemerintah dan pihak sekolah untuk diajarkan dalam jangka 2 semester dengan waktu 4 jam perminggu. Karena mengejar target deadline, kebanyakan guru agama disekolah sekolah akhirnya mengajarkan sebuah ilmu tanpa ada pengulangan. Bayangkan sebuah modul setebal 800 halaman dengan 30 bab harus diselesaikan dalam setahun pelajaran dengan durasi 4 jam seminggu. Adakah waktu untuk muraja’ah (pengulangan)  ilmu ...?

 

 

Karena mengejar target setiap guru agama disekolah sekolah (non Agama) setiap pertemuan pasti membahas judul baru tanpa pernah tahu apakah siswa siswinya sudah memahammi apa yang  Sang Guru ajarkan sebelumnya. Maka oleh karena sebab itulah akhirnya, generasi muda kita sukses dijauhkan dari agama . pendidikan sekuler menciptakan manusia manusia yang tidak berbobot sedikit pun.

 

 

 

Pada Suatu hari ada seorang pemuda  yang memiliki hapalan yang sangat kuat menjumpai Imam Malik rahimahullah , dan ingin berguru serta mempelajari kitab fenomenal karya Imam Malik yang berjudul Al Muwatha. Nah selang 4 hari pemuda itu datang dan berkata “Wahai Imam malik aku sudah menghapal semua isi kitab mu dan memahamminya” lalu apa yang dikatakan imam malik ...?

Apakah beliau memujinya ..? tidak sama sekali. Imam Malik berkata

 

“ Kau tidak akan mungkin memahammi seluruh isi kitab yang ditulis seorang ulama selama 60 tahun hanya dalam waktu 4 hari”

 

 

 

Apa arti dari perkataan Imam malik tersebut ...? artinya Ilmu agama tidak bisa dipahami dengan tergesa gesa dan sekaligus, Ilmu agama bisa dipahami dengan pelan pelan dan pengulangan (muraja’ah) , maka seusai perkataan Imam malik, Pantaslah anak anak ita tidak ada yang memahami agama dan rusak moralnya karena mereka belajar agama hanya 4 jam seminggu dan tanpa ada pengulangan sedikitpun, karena terbatasnya durasi sang guru yang dikejar Deadline.

 

 

Lalu apa solusinya ...?

 

Jika bapak ibu telah telanjur menyekolahkan anak disekolah sekolah sekuler. Maka coba bapak ibu membuat pengajian dirumah, sanga bapak usahakan maghrib ada dirumah mengajak anak istri jamaah di masjid. Atau bapak yang jadi imam dirumah shaolat bersama istri dan anak. Nah selesai sholat maghrib , didiklah anak anak kita, ajarkan mereka  Qur’an. Luangkan waktu bapak untuk mereka , jangan habiskan waktu bapak di kedai kopi, membicarakan kabinet jokowi. Sungguh tidak ada faidahnya. begitu pula sang ibu, jika suami kerja hingga larut malam, luangkan waktu untuk shalat bersama anak, ajarkan anak agama , rutinkan setiap ba’da maghrib. Ajarkan dia Al Quran. Ceritakan dkisah kisah nabi dan sahabat nabi.

 

 

Dorong mereka untuk aktif di remaja Masjid. Ikut organisasi keislaman, perhatikan siapa temannya, jaga dia dari pergaulan bebas. Ketika sekolah sudah tidak bisa memberikan apa yang baik untuk anak , maka Ibu adalah Madrasah sesungguhnya bagi anak anak kita. Dan seorang ayah adalah teladan untuk setiap anak anak kita. Jadilah seorang ayah dan ibu yang merupakan teman akrab anak kita. Jangan sampai Rokok, narkoba, Free Sex menjadi teman akrab anak anak kita

 

 

 

Tulisan ini hanya nasihat bagi kita semua dan merupakan amanah bagi saya untuk menyampaikannya.

 

 

 

 

 

 

Kamis, 04 Desember 2014

Mengkritisi lagu lagu religi yang di bawakan band-band pop indonesia

Mengkritisi lagu lagu religi yang di bawakan band-band pop indonesia



      Lagu religi, siapa sih yang gak suka sama lagu yang mengagung kan ALLAH SWT , dan berisikan nasehat nasehat moral  yang baik , tentang hubungan manusia dengan TUHAN NYA , dengan sesama Manusia , dan dengan Alam. sejak awal tahun 2000 , lagu lagu religi mulai hilang di pasaran , karena ketiadaan musisi yang menciptakan lagu bernafaskan dzikir tersebut , padahal pada tahun tahun sebelumnya , lagu lagu ini menjamur di radio-radio di indonesia , apa lagi dengan aksi fenomenal RAIHAN yang album nya DEMI MASA laris 400000 copy di eropa. di indonesia sendiri ada SNADA , gradasi , NSP ( NASYID SUARA PERSAUDARAAN), THE FIQR ( anak didik AA GYM ) , IZZATUL ISLAM yg menyuarakan JIHAD , Ada BROTHERS Dari malaysia , AL HIJJAZ , SAUJANA , RABBANI . namun perlahan mereka pudar , hilang VAKUM. Nah para musisi pop indonesia sangat jeli membaca situasi , mereka pun perlahan membuat album religi , dengan format band, tiada lagi pukulan rebana, di ganti dengan gebukan drum di tambah sayatan gitar yang penuh lick scale scale arabian




     Secara bungkusan gue suka dengan apa yang di jual musisi indonesia , mereka tampil beda , bawa lagu religi dengan nuansa baru , cuma ada yg patut disayangkan , banyak dari mereka yang membawa lagu religi tapi tak bermakna,dan kesannya sama dengan lagu pop biasa , yg bikin orang hanya sekedar goyang tanpa ada yg terhanyut untuk menjiwai pesan yang disampai kan , dan yang disayangkan adalah EO dan para audiencenya , bayang kan saat UNGU ( sebut aja gitu ) nyanyiin lagu religi, lihat penontonnya , bukannya menghayati lagunya dan meresapi pesan yang disampaikan , mereka malah lompat lompatan , head bangged layaknya dengerin lagu METAL , dan mereka malah tendang tendangan , parahnya lagi ada yang berduaan pacaran , apakah itu pantas ? tahukan mereka secara gak langsung , mereka Menghina ALLAH SWT , saya sangat menyayangkan hal semacam itu. Pernah waktu itu di acara TV , UNGU membawa lagu yang Judulnya DIA maha sempurna , itu sebuah lagu yang memuji kebesaran ALLAH SWT , tapi apa daya , para AUDIENCE nya malah jingkrak-jingkrakkan dan tendang tendangan layaknya saat nonton konser rock.



Sebagai HAMBA ALLAH SWT, gue sangat kecewa , apa lagi pada saat ungu BERTAHLIL , LA ILA HAILALLAH , bukannya ikut bertahlil mereka malah jingkrak sana jingkrak sini . apakah itu pantas ?




     Pihak EO pun harus disalahkan atas masalah ini , ku sebagai muslim menentang akan ada nya konser band yang membawa album religi di stage out door , karena mereka akan terus menghina ALLAH swt , dan tidakkah kalian takut akan ADZAB nya ? keadaan ini sungguh sangat kontras dengan apa yang dilakukan , grup nasyid tahun 90an , mereka selalu menggelar konser indoor , yang membuat audience nya tertib , karena mereka semua duduk khidmat mendengarkan alunan alunan nada nada islam serta syair syair yg indah , harus nya pihak EO menyadari hal ini jgn hanya memikir kan keuntungan hasil konser aja , ingat ALLAH maha melihat akan hal ini , pihak EO harusnya melihat dulu konsep konser yg akan di gelar, kalau memang membawa lagu religi , alangkah baiknya menggelar konser indoor , karena lebih tertib , dan gak bakal ada yang head bangged layaknya nonton konser MEGADETH dan juga bagi pihak band , pikirkan dulu langkah kalian untuk bikin album religi , pertanggung jawabannya besar , apakah kalian terima klw ada yang menghina TUHAN kalian , sungguh aku sendiri tak terima , sangat tak terima , dan juga bagi pihak band yang telah membuat album religi alangkah baiknya menjaga attitude kalian, ingat kalian menyerukan kebaikan , melalui lagu kalian ,maka jadi tanggung jawab kalian untuk melaksanakan apa yg kalian dengungkan , jangan hanya koar jangan mencuri tapi dia sendiri mencuri , kalau gak bisa jaga attitude kalian , lebih baik janganlah bikin album religi , Dan INGAT salah satu orang yang di murkai ALLAH SwT adalah : orang yang menyerukan kebaikan tapi dia sendiri tak menjalankan kebaikan itu .



       Aku menulis ini karena aku sangat mencintai Tuhan ku ALLAH swt, aku tak rela ada yang menghina DIA baik sengaja mau pun tidak sengaja . mendingan kalian bikin lagu yang penuh dgn pesan moral tapi jangan bawa embel embel religi , lebih baik idealis dari pada bawa bawa agama , jujur gue lebih suka dengan cara SID ( Superman IS Dead ) dalam mengajak kebaikan , tanpa membawa agama karena berat tanggung jawabnya , lebih baik METAL yg selalu jujur dalam berkata dan berkarya dari pada membawa lagu dengan embel-embel religi tapi akhlak gak karuan. Aku cuma bilang walau pun aku seorang rockers and metal head , tetapi aku tak melupakan Tuhan ku , aku tak sudi ALLAH di HINA , aku rocker yang beragama
jadi berhenti membuat lagu religi kalau gak punya akhlak.

Rabu, 05 November 2014

Perjuangan baru dimulai Ini bukan Akhir !!



Perjuangan baru dimulai
Ini bukan Akhir !!


          “FLP.. !! , BERBAKTI, BERKARYA, BERARTI”


Motto kerja FLP (FORUM LINGKAR PENA) ini terasa masih bergema didalam hati, membekas, berjejak jelas meninggalkan kenangan yang tersimpul dalam lembaran kitab sejarah hidup kita. Yaaa, kita , Kita sang ksatria pena yang berjuang dengan tinta dan kata. Berbuat bukan sekedar retorika belaka, namun memiliki sejuta makna yang bisa kita hayati bersama senja. Saya Effendy Syahputra dengan nama pena Andy J.P.M (Jemari Pena Menari), selaku anggota angkatan paling buncit di FLP sumut yakni Angkatan VI (baca ENAM), angkatan yang hoby senam (salut buat abang Juliandi instruktur senam kita), Izinkanlah saya bercerita sedikit banyak tentang FLP SUMUT dan perjuangan saya, pengorbanan dan hal hal yang saya lakukan demi menjadi anggota FLP angkatan VI.


”Izinkan saya bercerita yaa”

”Nggak Saya kasih Izin” tiba tiba ada Kak Putri rizky ardhina, Menolak dengan gayanya yang khas (loh apa ini..? sejak kapan beliau bisa masuk ke dalam tulisan saya)

“Loh kok, Gak Dikasih izin, inikan tulisan saya, blognya juga punya saya, apa hak anda    melarang, saya 
  tadikan cuma basa basi”



Akhirnya pecahlah perang saudara antara Andy (angkatan VI) dengan kak Putri (angkatan V). Terdengarlah suara letusan senapan, granat yang dilemparkan, rudal rudal yang berterbangan.

Wuuuuzzzzz, Booooommm, tar tar tar tar tar , serang sektor kanan, sektor kiri, tim bravo lakukan penyisiran ke area jam 11 , duaaaarrr (kurang lebih seperti itulah efek suara perangnya, hehehehe bayangkan aja sendiri). Dan sekali lagi maaf Kisah perang ini Fiktif. Oke kembali ke NOOOTEE BOOK !! (saya bukan tukul Arwana, dan gak punya laptop).





Kisah Ini bermula. Pada Awal awal bulan ramadhan 1435 H/ Juli 2014 M, saya mendatangi perpustakaan daerah kota medan, yang terletak di jalan Iskandar Muda, Seperti biasa saya menghabiskan waktu saya untuk bercinta dengan buku buku perpustakaan yang merupakan kekasih sejati saya (maklum aja yaa, saya ini jomblo yang menanti). Ketika hari beranjak menua, saya pun akhirnya pulang, ketika akan pulang saya mendapati sebuah spanduk yang bertuliskan “TADARUS SASTRA”, ketika saya baca dengan seksama acara tadarus sastra ini diadakan oleh FORUM LINGKAR PENA SUMATERA UTARA. Selidik punya sidik, dengan keberanian yang mengusik, saya terpaku pada sebuah nomor sakti mandraguna, layaknya nomor togel yang selalu dinanti oleh para penggila togel, yang kebanyakan abang tukang becak di kedai kopi Haji Akir.


O8126088xxxx
(PUTRI)

Nomor sakti ini seolah tersenyum dan menari nari dengan gemulai dihadapan saya, bak penari ronggeng, Nomor sakti ini seolah berkata “ayo telpon saya”. Akhirnya saya mengalah tertunduk lelah, dan mengeluarkan smartphone kesayangan saya, mencatat baik baik, setiap angka yang tertera di spanduk tadarus sastra tersebut. Singkat cerita saya telpon sms beliau, dan bertanya pada kepadanya.

“Asslammu’alaykum, kak putri ..?”

“Wslm, Yaa ni syp..?” (tipe orang yang jawab salamnya gak niat, hahaha)

“saya andy, kak putri orang FLP yaa ?”

“Iya”

“kak ada fb gak...? Saya ingin menanyakan sesuatu , tapi ngobrol lewat Fb aja yaa, gak ada pulsa nih”

“Putri Rizky Ardhina”

”Makasih ya kak, awak add yaa”

“oke”

Awal pertama kali saya komunikasi dengan kak putri saya menilai beliau sosok yang pelit bicara dan dingin, jawaban smsnya seperti gak niat (walau akhirnya saya tahu faktor pulsalah yang bermain), namun saya akhirnya tahu kalau aslinya kak putri itu orangnya very, very, very Hypersuper aktif, alias sanguinis sejati, penghidup pesta, pembicara, dan seorang imaginer sejati. (yang di puji jangan langsung naiklah kupingnya, colek dikit ahh kakak senior yang satu ini. Viss kak putri) . ^_^



    Akhirnya obrolan berlanjut di fb dan saya pun mulai bertanya panjang lebar dengan kak putri perihal FLP, dan bisa gak saya bergabung dengan FLP, dan kak putri berkata dengan sejuta kata penuh harap yang tak terungkap (saya tahu kak putri mengharapkan saya bergabung dengan FLP. hahahaha, air laut asin sendiri).


“iya bang andy, bulan sembilan (september) nanti kami buka pendaftaran , daftar ya”


Singkat cerita , malam harinya sepulang kerja dengan lelah menumpuk, saya segera browsing di internet, alias nanya sama mbah “gugel” perihal FLP. Akhirnya saya mengetahui sejarah berdirinya FLP dan siapa pendirinya serta visi misi dan program kerjanya. Jujur saja saya yang dari kecil suka berorganisasi tiba tiba merasa jatuh cinta dengan FLP, entah mengapa rasanya itu “BAHAGIANYA TUH DISINI” (sambil nyanyi karaokean di Inul Vista, becanda), Saya menyukai sekali sepak terjang Asma Nadia, Muthmainah, Helvi Tiana Rosa dalam melawan perang pemikiran dengan penulis penulis yang sama sekali tidak  edukatif dan imajinatif untuk generasi muda Indonesia.


Saya teringat, ketika di era tahun 80 sama 90 an dunia tulis menulis indonesia di penuhi tulisan tulisan yang berbau seks (wiro sableng dan hantu jatilandak) dan sejenisnya, serta buku buku yang benar benar menyesatkan. Dan pada tahun tahun itu Indonesia tidak memiliki penulis yang mampu mengimbangi penyesatan yang mereka lakukan , sepeninggal Buya Hamka, A.A Navis, Chairil Anwar dll. Dunia sastra indonesia jauh dari kata mendidik, maka munculnya Forum Lingkar Pena (FLP) adalah sebuah kebangkitan besar dunia sastra Indonesia.


Saya merasa memiliki kesamaan visi dan misi perjuangan dengan FLP, Maka saya sangat ingin bergabung dengan FLP, saya ingin sekali menyelamatkan Generasi Muda Indonesia dari pengaruh Westernisasi, dari Liberalisme, dengan menjadi penulis yang mengajarkan prinsip prinsip islam yang rahmatan ‘alamiin, saya ingin merangkul anak anak muda untuk kembali ke masjid, belajar agama, bahu membahu berdakwah, senantiasa memperindah akhlak, saya ingin melihat kembali anak anak indonesia yang mencintai budaya ibunya, mencintai tanah airnya, mencintai agamanya. Saya ingin sekali melihat lagi suasana ketika maghrib menjelang anak anak kecil berbondong bondong ke masjid dengan mendekap Al quran didada mereka (Ya Allah, saya teringat masa kecil saat mengaji dirumah Al Qur’an Al fatah) Saya ingin melihat keindahan yang begitu lembut tersebut. Sangat menyedihkan melihat generasi muda sekarang banyak yang mendekam di warnet, di mall mall, di Plaza, di tempat karaoke, di cafe cafe, dan mereka tumbuh jadi remaja kosong tiada berkarya dan bermanfaat bagi hidupnya.



    Sungguh celaka seorang pemuda yang menjalani hidupnya dalam ke sia siaan”



H  A  L  O  O  O  .  .  .  .  .

Serius amat bacanya.......
Kok saya jadi curhat yaaa, oalaaahhh , jangan pada mewek donk


Nah karena kesamaan visi dan misi perjuangan saya akhirnya mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian. Singkat cerita , pada tanggal 3 september 2014, saya menghubungi kak Putri Rizki Ardhina, dan menanyakan perihal pendaftaran sudah dibuka apa belum, dan saya bertanya pula apa apa saja syarat syarat yang harus di penuhi oleh saya agar bisa mengikuti ujian masuk untuk menjadi anggota FLP.  Nah berawal dari hari itu saya mengikuti instruksi dari beliau Ustadzah Putri Rizki Ardhina (secara beliau jebolan Dai Muda), dan sampailah saya pada tahap sekarang ini, diterima dan direkrut menjadi anggota Forum Lingkar Pena Sumatera Utara, saya tidak tahu harus berkata apa , saya hanya berkata Allah Maha Baik, Maha Baik, Allah Ar rahman, Allah Ar rahiim. Jika bukan karena kebaikkan Allah saya tidak akan mungkin bisa berada disini sekarang menuliskan cerita ini. Jika tidak karena kasih sayang Allah saya pasti tidak akan dipertemukan dan diperkenalkan dengan Kak Putri Rizki Ardhina. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat, cinta dan kasihnya untuk beliau, serta hidayah yang selalu tercurah, rezeki yang lapang, umur yang berkah dan segera dipertemukan dengan jodohnya (Doa saya untuk kak Putri) , Aaamiiin.






JATUH BANGUN SAYA SEBELUM MENGIKUTI UJIAN



2 minggu sebelum interview dan ujian tertulis di Rumcay (Rumah Cahaya) dijalan sei deli, saya mengunjungi perpustakaan dan meminjam buku karya ustadz Yusuf Mansur yang berjudul “UNDANG SAJA ALLAH”. Saya merasa Allah memang sengaja menggerakkan hati saya untuk meminjam buku tersebut, dan dari buku tersebut saya berusaha memurnikan niat saya untuk bergabung dengan FLP, Allah mengetuk pintu hati saya dengan kelembutan yang indah, dengan air mata yang mengalir dalam kepasrahan tunduk dalam sujud yang dalam.


Didalam buku itu Ustadz Yusuf Mansur mengajarkan, Undanglah Allah dalam segala aktivitas hidup kita, beliau mengajarkan keutamaan TAUHID dalam kehidupan, beliau mengajarkan kepasrahan diri kepada ALLAH. Dan beliau mengajarkan saya untuk melakukan Riyadhah (memperbanyak amalan sunah) agar hajat kita cepat dikabulkan ALLAH, agar doa kita didengar ALLAH, agar ALLAH senantiasa mau hadir ketika kita mengundang NYA untuk terlibat dalam hidup kita, Subhanallah .


Nah sesuai instruksi Ustadz Yusuf Mansur, saya memperkuat ibadah Sunah saya selama 40 hari, hari hari saya selalu lewati dengan ibadah Sunah yang tak putus putus, saya tahajjud tak putus , dhuha yang tadinya 2 rakaat saya tingkatkan jadi 4, terkadang 8 rakaat, kemudian rutin mendawamkan surah Al waqiah, Al mulk, Al Fajr serta zikir asmaul husna “ya fatahu” dan “ya razzaqu” , kemudian jor joran sedekah, dan saya juga mengkombinasikan puasa senin kamis dengan puasa daud, jadi dalam seminggu saya hanya 3 hari tidak berpuasa , 4 harinya saya habiskan untuk puasa, itu semua agar Allah ridha dan melihat kesungguhan ikhtiar saya, demi menggapai hajat saya menjadi seorang penulis. ini semua saya lakukan sampai pada hari dimana ujian tertulis tiba.



        Sabtu , 04 oktober 2014, sepulang dari tempat kerja mendadak badan saya panas demam tinggi, saya langsung terkapar, dan tertidur pulas, dan terbangun oleh suara adzan maghrib, saya dengan susah payah bangun, merayap ke kamar mandi dan segera mandi, dan berwudhu, ketika saya selesai mandi dan hendak berwudhu, saya mendapati kepala saya mendenyut keras seolah akan pecah, saya pun akhirnya merasa mual dan muntah muntah, sakit banget perut saya melilit rasanya.


       

“Ya Allah, besok hamba akan menghadapi ujian, kenapa badan malah drop, kenapa justru jatuh sakit menjelang hari H”




Saya langsung kontan bersandar didinding kamar mandi dan menangis terisak isak, dan bertanya pada diri sendiri, kenapa mesti sakit disaat besok mau ujian, kenapa mesti sekarang sakitnya. Saya pun berusaha menata hati saya dan berusaha memotivasi diri saya sendiri.


I”Ayo bangkit diri ku, garis finish didepan mata, masa tumbang hanya karena sakit yang tidak seberapa ini”



Akhirnya saya berwudhu dan memutuskan shalat maghrib, dan kemudian pergi ke mushalla, karena malam ini akan ada agenda pengajian mingguan Laskar Immtaq, ba’da isya pengajian dimulai, badan saya semakin panas, dan kepala semakin mendenyut, kemudian selesai pengajian, badan saya sudah tidak kuat dibawa kemana mana , saya memutuskan untuk tidur menginap di mushalla, Alhamdulillah Allah maha baik, adik adik Immtaq yang ikhwan mau menemani saya yang terkulai lemah di mushalla.



Tepat pada Pukul 03:00 pagi saya terbangun dengan kondisi badan yang sudah mulai membaik, walau masih meriang saya putuskan untuk tahajjud, berdoa menghiba iba kepada Allah agar dipermudah dalam mengikuti ujian nanti pagi.



“Allahumma yasiir, wala Tu’asiir faiin tasiira”
(Doa ini saya ulang ulang 100x)


Selesai tahajjud, saya keluar dari mushalla, menuju ke kedai kopi yang masih buka, saya lantas memesan 2 gelas teh manis super panas, untuk menghangatkan badan saya yang kedinginan karena demam yang belum sembuh sepenuhnya. Setelah itu saya membawa teh manis kedalam mushalla, dan membaca Al quran sambil menunggu subuh ditemani 2 gelas teh manis super panas. Ketika  sedang asyik membaca Al qur’an, Allah menunjukkan kasih sayang NYA yang begitu besar kepada saya. Saya  mendapatkan tambahan motivasi dari ayat Al Qur’an yang saya baca , Bismillahirrahmanirrahiim


Dia berkata (ibrahim), “ Tidak ada yang berputus asa dari rahmat Allah kecuali orang orang yang sesat
(Qs Al -Hijr 56) “



Aku seperti mendapat dorongan kuat dipunggungku untuk terus melangkah, aku merasa ada tangan yang tak terlihat menepuk punggung ku dengan kelembutan dengan cinta, dengan kasih sayang, menuntun ku untuk tetap berjalan, untuk tetap, bangkit walau seribu kali jatuh tersaruk. I am Strong, Thanks Allah. Fasabbihbismika Rabbuka al’adzhiim.



        Akhirnya akupun berhasil mengikuti ujian tersebut, walau harus datang dengan kondisi meriang, batuk batuk, serta tubuh yang lemah. Sabtu malam saat saya terkapar dimushalla, saya sms  rekan saya sesama angkatan VI mengeluh soal sakit saya menjelang ujian, eh tidak disangka dia malah membalas seperti ini.



       Masih mending bg sakit, lah awak entah bisa datang atau nggak”


Saya pun tertawa, ternyata tidak hanya saya yang jatuh bangun untuk ujian FLP ini. Balik ke topik, akhirnya ujian ini terlewati, pulang dari lokasi ujian saya betul betul terkapar sakit, dan harus cuti 3 hari tidak masuk kerja, karena saya sudah tidak sanggup bergerak lagi dengan demam yang semakin tinggi. Saya hanya memasrahkan diri dan measrahkan hasil ujian kepada ALLAH, saya sudah Riyadhah, saya sudah ikhtiar, dan tak henti henti berdoa, dan inilah Ikhtiar saya. Ya Rabb saksikanlah.



       

Akhirnya kini, 5 november, saya resmi diterima menjadi Anggota Forum Lingkar Pena angkatan VI bersama 28 teman teman saya yang lainnya, dengan ini berikrar, menyatakan bahwasanya “KAMI SEMUA SIAP MENJADI KSATRIA PENA BERSENJATAKAN KATA YANG SALING NASEHAT MENASEHATI DALAM KEBENARAN DAN KESABARAN, YANG BERGERAK ATAS NAMA IBADAH KEPADA ALLAH, BERBUAT ATAS LANDASAN SEMANGAT JIHAD FISABILILLAH, BERBAGI ATAS NAMA DAKWAH PENUH CINTA, DEMI MEWUJUDKAN EKSISTENSI KAMI SEBAGI MANUSIA, SEBAGAI KHALIFAH DI BUMI ALLAH.




ALLAHU AKBAR !!!





  Allah Maha baik dengan segala karunianya, jika bukan karena kebaikkan ALLAH, tentu saya tidak akan dipermudahkan ALLAH dalam menggapai Impian saya. Dan saya sekarang akan tetap melakukan Riyadhah, karena saya punya hajat lain yakni sebelum 1 tahun saya di FLP saya harus sudah bisa menerbitkan beberapa buku. Saya yakin bisa dan selalu ada ALLAH yang akan mempermudah jalan saya. Ingat kawan kawan UNDANG SAJA ALLAH (loh kok saya jadi promo buku ustadz Yusuf Mansur sih..).




Semoga Kisah saya ini mengisnpirasi siapa saja, terutama kawan kawan FLP diseluruh Indonesia.










4 mantra kehidupan :


Man jada wajada
(siapa yang bersungguh sungguh akan mendapatkan hasil)


Man Shabara Zafira
(siapa yang bersabar , maka akan beruntung)


Man Yazra Yahsud
(siapa yang menanam dia yang akan menuai hasil


Man Sara ala darbi wasala
(siapa yang berada dijalannya akan mendapati jalannya)




Andy J.P.M (Jemari Pena Menari)