Jumat, 01 Agustus 2014

Si Mbook

Si Mbook (Perlakukanlah dia sebagai manusia yang sejajar)

4 Juni 2014 pukul 11:07
BISMILLAHIRAHMANIRRAHIIM






"Mboook, Kaos kaki ku hilang, cariin donk" rengek si bungsu kepada si mbok.
"Mbook , mana sarapan pagi nya ..?", ujar si sulung,"aduh mbok ngapain aja sih , mana kemeja yang ku suruh mbok menyetrikanya, ku dah telat kerja nih" kata si bos besar.ditambah lagi si nyonya "mbook nanti kepasar beli sayur ini dan itu ya".
Begitulah suasana pagi yang dirasakan si mbok setiap pagi, setiap hari, hiruk pikuk pagi adalah santapan harian si mbok.Tanpa ada gerutu menjalani hidupnya dengan ikhlas dan sabar. Ya sabar ,kesabaran si mbok yang menjadikan harga dirinya sebagai manusia terinjak injak , hak hak hidupnya terampas, dikarenakan status sosialnya hanya sebagai seorang mbok, alias pembantu rumah tangga.




Saudara dan saudari ku yang masih dirahmati ALLAH dan dikaruniakannikmat yang banyak berupa kenikmatan lahiriah yang berupa kesehatan,akal yang waras, dan kekayaan yang melimpah, bersyukurlah kepada ALLAH atas nikmat yang DIA berikan.



FABIAYYI AALAA IROBBIKUMAA TUKADZ DZIBAAN  

( فَبِأَيِّآلَاءرَبِّكُمَاتُكَذِّبَانِ)

Lalu nikmat tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan ..? (Qs Ar rahman)




Jika kita mengingat tentang si mbok adakah dari kita yang berpikir, apakah selama ini kita sudah cukup menghargainya layaknya manusia, si mbok kita sering mendzaliminya secara sadar atau tidak, si mbok yang berkerja di rumah kita sebagai PRT (pembantu rumah tangga) sering kita bebani tanggungjawab yang bukan jadi tanggung jawabnya. Perlu kita sadari makna kata Pembantu rumah Tangga , kata Pembantu berasal dari kata bantu , tambahan awalan PE pada kata bantu mendapat peleburan M yang memilki makna Pelaku , jadi arti kata Pembantu adalah , orang yang mebantu. Nah berkaca dari dari arti kata pembantu maka sejogyanya kita mengerti apa yang harus kita lakukan kepada si mbok.



Tugas si mbok adalah membantu , yang namanya membantu itu adalah membantu sekedarnya bukan mengerjakan keseluruhan. Tapi yang terjadi sebaliknya si mbok seolah menjadi orang yang paling bertanggung jawabatas apa yang terjadi dirumah. Si mbok bisa kena damprat oleh majikannya yang kehilangan satu buah bola golfnya , sehingga si mbok disuruh mencari ke seluruh sudut rumah, dan memberi ultimatum pada si mbok untuk menemukan nya, padahal si majikan memilki 2 kotak bola golf tersimpan di lemarinya. Begitu tega dia menyusahkan si mbok untuk mencari satu buah bola yg hilang.



Atau kadang si mbok ,disuatu hari disuruh menyetrika baju, kemudiaan saat menyetrika pakaian , si bungsu merengek minta dimandikan , karena ingin pergi bermain main dengan teman teman nya, karena si bungsu yang terus merengek , si mbok meninggalkan pekerjaan nya, selesai memandikan sibungsu , si nyonya besar pulang , dan mendapati setrikaan si mbok belum selesai dikerjakan, akhirnya si mbok didamprat dan dibilang pemalas , padahal dia baru saja memandikan si bungsu. Padahal si mbok hanya memiliki 2 tangan , namun semua pekerjaan dibebankan kepadanya,Mencuci baju, memasak, menyapu halaman, menyetrika baju, memandik ananak , menjaga rumah , membersihkan kebun, perkarangan rumah,menemani si bungsu mengerjakan PR nya. Lalu dimanakah peran sang Ibu…? .




Pernahkah Kita berpikir betapa lelahnya kerja si mbok, dan gaji yang didapat nya tidak sesuai dengan apa yang dia kerjakan sebagai Pembantu. Namun sering dari kita mudah mengeluarkan makian ketika dia tidak berkerja dengan baik, pernahkah kita tanya tentang letih yang dirasakan nya , pernahkah kita bertanya tentang kesehatan nya ..?pernahkah kita tahu dia telat makan malam hanya demi menunggu kita selesai makan malam?. (renungkan)


Setelah itu mari berpikir sejenak, Apakah ada dari kita sebagai majikan yang mempertanyakan Iman si mbok …?, adakah majikan yang bertanya kepada si mbok , mbok udah sholat belum ..?, mbok udah ngaji belum …?, hal yang satu ini sangat fatal dan sering dilupakan oleh majikan. Majikan sering mengadakan pengajian dirumah dan mengundang Ustadz ke rumah ,namun si mbok sering tidak di ajak bergabung ke pengajian, si mbok malah kebagian tugas mengurusi makanan untuk para tamu dan si Ustadz. Pernahkah majikan bertanya kedalam hati si mbok, inginkah si mbok mengikuti pengajian itu, ingin ikut duduk di tengah tengah majelis. Simbok cukup tahu diri dan merasa tidak pantas dia ikut pengajian majikan. (OH M GE HELLO sejak kapan agama hanya menjadi komoditas para orang kaya saja).



Hal ini sering diabaikan oleh kita sebagai majikan, kita sibuk memperbarui iman kita , namun lupa bertanya bagaimana keadaan iman si mbok. Kita shalat khusuk dengan doa panjang panjang, namun ketika si mbok shalat baru selesai mengucapkan salam dan hendak berdoa kita langsung cepat cepat menyuruhnya kembali kerja. Adilkah itu wahai saudara/i ku...? ketika anak kita sakit, dengan pontang panting si mbok merawat anak anak kita, ditengah rutinitas kerjanya, sedangkan kita sibuk berkerja diluar (itupun kalau benar benar kerja). Pernahkah kita bertanya kepada mbok , perihal perasaan nya, pernahkah kita bertanya keadaan anak simbok yang dia tinggalkan di kampung halamannya. Bayangkan Perihnya hati si mbok yang merawat anak kita yang sakit sementara anaknya dikampung juga sakit perlu pelukan sang ibu (hati saya merintih menulis bagian ini).




Wahai saudara/i ku, si mbok juga manusia punya keterbatasan,janganlah kalian limpahkan semua beban kepadanya , bantulah pekerjaannya. Contohlah nabi Muhammad SAW yang tidak segan segan membantu pekerjaan pembantu nya yakni Anas Ra. Wahai Saudara/i ku Ketahuilah jika engkau sholat khusyuk mengharap ampunan kepada ALLAH , maka si mbok juga seperti itu , ajaklah dia shalat berjamaah bersama dirumahmu, niscaya Rahmat ALLAH datang ke rumah mu. Wahai saudara/i ku ketika kamu sibuk ikut pengajian di masjid masjid, apa salahnya mengajak si mbok..? jika sedang ada wiritan dirumah , apa salahnya simbok ikut hadir ditengah tengah majelis, jika kita sibuk mengurusi iman kita , maka sudah tanggung jawab kita juga mengurusi Iman si mbok , karena Si mbok berada dibawah rumah kita , berada didalam lindungan kita , yang berarti Iman si Mbok juga adalah tanggung jawab kita. Terutama si bapak yang merupakan Imam dalam keluarga.



Sudah saatnya berhenti merendahkan si mbok, hargai dia sebagai manusia yang punya hak yang sama dengan anda sebagai manusia, terutama masalah IMAN. Sayangilah sebagaimana si mbok yang rela mati matian berkerja dirumah anda.


Ketika kita sudah menyayangi yang di bumi , maka yang dilangit pun akan menyayangi kita (al Hadist).


Ada contoh yang baik bagaimana kita memperlakukan pembantu kita.Pernah nonton film naga bonar jadi 2..? ada disuatu adegan Naga Bonar(dedy Mizwar) menyuruh pembantunya untuk makan satu meja dengan nya.(Di Adegan itu DeDy Mizwar mengajarkan kesetaraan sebagai manusia).


Ingatlah dimana ada kesetaraan maka akan ada kemakmuran, dimana ada ketidak setaraan maka akan selalu ada pendobrak. Pahamilah .




Berlaku adil lah , karena adil itu dekat dengan Takwa.
Mari perlakukan Mbok sebagai manusia yang sejajar.