Bismillahirrahmanirrahiiim
Tulisan ini saya dedikasikan untuk mereka , untuk saudara/i ku yang
masih didalam naungan hidayah ALLAH subhanaWata'ala. Untuk mereka yang
masih berpakaian kebarat baratan, untuk mereka yang masih menolak hijab
dengan alasan belum dapat hidayah, untuk mereka yang masih enggan
bercelana cingkrang dan berbaju gamis karena takut dikira terroris.
untuk mereka yang didalam hatinya masih ada rasa malu dalam mensyi'arkan
budaya budaya islam yang indah , santun , dan bersahaja.
Kemarin
malam, saya dengan sahabat saya Hanafi Hersal, menghadiri Undangan
Peringatan Isra' Miraj Nabi Besar Muhammad Salallahu 'alaihiwasalam yang
diadakan oleh IQRAM QALBU (Ikatan remaja Muslim qalbu) di daerah Jalan
Denai Gang Buntu. kemudian sehabis undangan kami pun menghadiri undangan
syukuran ulang tahun sahabat kami Indah Pertiwi Pilliang, Ketika
ditengah jalan , Hanafi singgah di SPBU, ketika kami sedang mengantri
menunggu giliran kami untuk mengisi bensin , hanafi berceletuk kepada
ku.
"Andy , aku masih belum berani memakai baju kayag kau setiap hari" (maksudnya baju koko dan peci)
"loh
kenapa ...., apa karena belum siap dan merasa belum dapat hidayah, atau
merasa ga sesuai antara pakaian dan perbuatan" jawabku panjang lebar
kepadanya
Dan hanafi tidak menjawab pernyataan ku ,
dia diam dalam kesendirian nya. ketika dia sedang diam maka aku langsung
menyambar pikiran nya dengan kata kata super ku ( seperti andrie
wongso, mario teguh , Setia Furqan khalid, atau Ipho santosa)
"aan (panggilan hanafi) aku berpakaian seperti ini sama kayag tanda hitam di kening kau"
"hmmmm, maksudnya" Jawab Hanafi.
maka
aku jelaskan dengan panjang lebar serta gaya menjelaskan seperti
presentasi di sebuah rapat Direksi perusahan Multinational.
"begini
aan , ketika kau memiliki tanda hitam di kening kau apa anggapan orang
kepada kau ...?" sebelum hanafi menjawab aku sambar lagi.
"pasti
orang orang bilang kau rajin shalat dan orang yang shalihkan...?, nah
kalau begitu sama dengan pakaina yang aku pakai ini , pakaian ini
menandakan indetitas aku sebagai orang shalih. lalu ketika kau sudah
dianggap orang shalih apa yang engkau lakukan ...?"
Hanafi
pun berdiam diri seraya menggiring sepeda motornya menuju ketempat
pengisian bensin. Dan aku menegaskan lagi, "tanda hitam dikening kau dan
pakaian yang ku pakai adalah sebuah penjaga diri dari ALLAH buat kita.
ketika kau sudah di cap shalih dan rajin sholat pasti engkau akan malu
meninggalkan sholat. Nah ketika kau dicap shalih maka kau pastinya akan
berhati hati dalam bersikap. karena pasti engkau tidak mau kan nanti ada
orang yang berkata
"Jidat sudah hitam, rajin shalat tapi kalau
Muncung bertaik apa gunanya", Ya kan aan..?, seperti itu juga pakaian
yang aku pakai , kenapa aku memakai pakaian muslim setiap hari karena
aku ingin pakaian ini menjadi penjaga diri aku dari maksiat dan sifat
sifat tercela. karena pakaian ini simbol agama ku yakni ISLAM, jika aku
menggunakan pakaian ini lalu aku bermaksiat maka yg dihina bukan aku
melainkan agama aku ISLAM, bayangkan kalau ada yang komentar seperti ini
("pake baju koko, kepala berlobe, jenggot panjang tapi sholat gak mau
karajo main dakak di lapau") , bayangkan bila ada yang berkomentar
seperti itu pasti yang jelek ISLAM".
Jadi
intinya Baik pakaian maupun tanda hitam dikening kau aan, itu adalah
penjaga diri kita, pengingat kita akan identitas kita sebagai Muslim
Nah oleh karena itu maka melalui tulisan ini ana akan jelaskan inti dari pembicaraan saya dan hanafi.
Jangan
Pernah takut atau malu berpakaian Islami, toh berpakaian islami adalah
menghidupkan Sunah nabi, sedangkan orang yang menghidupkan sunnah nabi
adalah orang orang yang dicintai Nabi.
dalil nya
Telah
menceritakan kepada kami(adam bin abu iyas), telah menceritakan kepada
kami(syu'nah), telah menceritakan kepada kami(amru bin murrah), aku
mendengar (murrah al hamdani), (abdullah) berkata, Rasulullah bersabda
"sebaik
baik pembicaraan adalah kitabullah dan sebaik baik petunjuk adalah
petunjuk Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam, dan seburuk burk
perbuatan adalah perkara baru". (HR BUKHARI)
Rasulullah
Shallallahu 'alaihiwasallam bersabda :" Biarkanlah apa yang ku
tinggalkan untuk kalian, hanya orang orang sebelum kalian yang binasa
karena mereka gemar bertanya dan menyelisihi nabi mereka. jika kau
melarang dari kalian sesuatu maka jauhilah, , dan apa bila aku
perintahkan kalian dengan sesuatu maka lakukanlah semampu kalian" (HR
BUKHARI)
Dari ‘Amr bin ‘Auf bin Zaid al-Muzani radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ
أَحْيَا سُنَّةً مِنْ سُنَّتِى فَعَمِلَ بِهَا النَّاسُ كَانَ لَهُ مِثْلُ
أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا لاَ يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا
“Barangsiapa
yang menghidupkan satu sunnah dari sunnah-sunnahku, kemudian diamalkan
oleh manusia, maka dia akan mendapatkan (pahala) seperti pahala
orang-orang yang mengamalkannya, dengan tidak mengurangi pahala mereka
sedikit pun“
Suasana di majlis pertemuan itu hening sejenak.
Semua yang hadir diam membatu. Mereka seperti sedang memikirkan
sesuatu. Lebih-lebih lagi Saidina Abu Bakar. Itulah pertama kali dia
mendengar orang yang sangat dikasihi melafazkan pengakuan demikian.
Seulas
senyuman yang sedia terukir dibibirnya pun terungkai. Wajahnya yang
tenang berubah warna. "Apakah maksudmu berkata demikian wahai
Rasulullah? Bukankah kami ini saudara-saudaramu? " Saidina Abu Bakar
bertanya melepaskan gumpalan teka-teki yang mula menyerabut fikiran.
"Tidak,
wahai Abu Bakar. Kamu semua adalah sahabat-sahabatku tetapi bukan
saudara-saudaraku (ikhwan)," suara Rasulullah bernada rendah.
"Kami
juga ikhwanmu, wahai Rasulullah," kata seorang sahabat yang lain pula.
Rasulullah menggeleng-gelangkan kepalanya perlahan-lahan sambil
tersenyum. Kemudian baginda bersuara:
"Saudaraku ialah mereka
yang belum pernah melihatku tetapi mereka beriman denganku sebagai
Rasul Allah dan mereka sangat mencintaiku. Malahan kecintaan mereka
kepadaku melebihi cinta mereka kepada anak-anak dan orang tua mereka."
Pada
ketika yang lain pula, Rasulullah menceritakan tentang keimanan
‘ikhwan’ baginda: "Siapakah yang paling ajaib imannya?" tanya
Rasulullah.
"Malaikat," jawab sahabat.
"Bagaimana para
malaikat tidak beriman kepada Allah, sedangkan mereka sentiasa hampir
dengan Allah," jelas Rasulullah. Para sahabat terdiam seketika.
Kemudian mereka berkata lagi, " Para nabi."
"Bagaimana para nabi tidak beriman, sedangkan wahyu diturunkan kepada mereka."
"Mungkin kami," celah seorang sahabat.
"Bagaimana kamu tidak beriman, sedangkan aku berada ditengah-tengah kamu," pintas Rasulullah menyangkal hujah sahabatnya itu.
"Kalau begitu, hanya Allah dan Rasul-Nya sahaja yang lebih mengetahui," jawab seorang sahabat lagi, mengakui kelemahan mereka.
"Kalau
kamu ingin tahu siapa mereka? Mereka ialah umatku yang hidup
selepasku. Mereka membaca Al Quran dan beriman dengan semua isinya.
Berbahagialah orang yang dapat berjumpa dan beriman denganku. Dan tujuh
kali lebih berbahagia orang yang beriman denganku tetapi tidak pernah
berjumpa denganku," jelas Rasulullah.
"Aku sungguh rindu hendak
bertemu dengan mereka," ucap Rasulullah lagi setelah seketika membisu.
Ada berbaur kesayuan pada ucapannya itu. (HR MUSLIM)
لَقَدْ
كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو
اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
“Sesungguhnya
telah ada pada (diri) Rasulullah itu teladan yang baik bagimu (yaitu)
bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (balasan kebaikan pada)
hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” (QS al-Ahzaab:21).
Ketika
anda berpakaian Islami itu berarti anda mensyi'arkan agama anda , dan
menghidupkan Sunah nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wasallam.Pakaian
Islami yang kita pakai adalah indetitas kita sebagai muslim, Kita akan
mudah mengenali saudara kita dari cara berpakaian nya. bayangkan jika
semua wanita muslimah memakai pakaian minim layaknya wanita non muslim,
bisakah kita membedakan mana yang muslimah dan mana yang tidak muslimah
....?Pakaian Islami adalah sebuah hijab pada diri anda dari maksiat.
Ketika anda berpakaian islami pasti anda akan merasakan ada beban moral
yang ditanggung. maka ketika anda berpakaian islami anda akan selalu
ingat dan mawas diri dalam bersikap.Jangan tunggu hidayah datang baru
anda berpakaian islami, karena maut tidak mau menunggu hidayah datang
untuk mencabut nyawa anda.
Sering kali ketika kita mengajak saudara/i kita berpakaian muslim mereka enggan dengan alasan
Akh....!!
belum sesuai sikap aku dengan pakaian aku (maka pakailah pakaian itu
sikap anda akan menyesuaikan diri dengan sendirinya).Akh...., belum ada
hidayah nih, belum dapet hidayah (hidayah bukan ditunggu bahkan dinanti,
hidayah itu dicari dengan memaksa diri untuk menerima kebenaran dan
menjalankan nya)Yang pentingkan sholatnya nggak tinggal (Apakah sudah
sempurna shalat kita sehingga amalan shalat dijadikan patokan bahwasanya
diri kita sudah baik ...? ingat membuka aurat untuk 1 orang laki laki
tidak halal dosanya sudah sangat besar , apa lagi di lihat ribuan mata
lelaki, berapa besarkah dosanya, apakah cukup di imbangi dengan pahala
sholat kita ...? yakin udah bener bener khusyuk shalatnya ..?)
Saudara ku, saudari ku ....
Pakaian yang kita pakai mencerminkan siapa kita
bersih pakaian kita maka Insya ALLAH bersih juga pribadi kita
baik pakaian kita maka Insya ALLAH baik juga Akhlak kita.
Berpakaian muslim bukan berarti kampungan...
buanglah stigma seperti itu. buang jauh jauh
ketika China dengan bangga memborbadir bangsa kita dengan
budayanya yakni kung fu dan banrongsai, kita merasa bangga menjadi bagian didalamnya.
Lalu mengapa ...??
ketika rasulullah memerintahkan untuk mengikuti seluruh gerak geriknya
baik cara berbicaranya, cara berjalan, akhlaknya, cara berpakaian nya, kita malah Enggan
Bahkan ada yang malu karena takut di bilang jadul seperti ayah ayah , seperti gadis ndeso
kalau kita malu , lalu dimanakah letak kebanggan kita sebagai seorang Muslim
dimana rasa cinta kita kepada Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam..?????
Mari syi'arkan budaya Islamiyah
yang santun, indah , bersih , rapi nan bersahaja.
banggalah sebagai Muslim, banggalah dengan Sunah Nabi mu.
Banggalah Saudara / i ku.
ALLAHUMMA SHALLI 'ALA MUHAMMAD , WA'ALA ALI MUHAMMAD
KAMAA SHOLAITA 'ALA IBROHIIM , WA'ALA ALI IBROHIIM
WABARIIK 'ALA MUHAMMAD, WA'ALA ALI MUHAMMAD
KAMAA BAROKTA 'ALA IBROHIIM , WA'ALA ALI IBROHIIM
INNAKA HAMIDUM MADJID.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar