Jumat, 24 Oktober 2014

Pakaian kita , ada apa dengan nya ..??

                                                      Bismillahirrahmanirrahiiim


       Tulisan ini saya dedikasikan untuk mereka , untuk saudara/i ku yang masih didalam naungan hidayah ALLAH subhanaWata'ala. Untuk mereka yang masih berpakaian kebarat baratan, untuk mereka yang masih menolak hijab dengan alasan belum dapat hidayah, untuk mereka yang masih enggan bercelana cingkrang dan berbaju gamis karena takut dikira terroris. untuk mereka yang didalam hatinya masih ada rasa malu dalam mensyi'arkan budaya budaya islam yang indah , santun , dan bersahaja.

Kemarin malam, saya dengan sahabat saya Hanafi Hersal, menghadiri Undangan Peringatan Isra' Miraj Nabi Besar Muhammad Salallahu 'alaihiwasalam yang diadakan oleh IQRAM QALBU (Ikatan remaja Muslim qalbu) di daerah Jalan Denai Gang Buntu. kemudian sehabis undangan kami pun menghadiri undangan syukuran ulang tahun sahabat kami Indah Pertiwi Pilliang, Ketika ditengah jalan , Hanafi singgah di SPBU, ketika kami sedang mengantri menunggu giliran kami untuk mengisi bensin , hanafi berceletuk kepada ku.



"Andy , aku masih belum berani memakai baju kayag kau setiap hari" (maksudnya baju koko dan peci)
"loh kenapa ...., apa karena belum siap dan merasa belum dapat hidayah, atau merasa ga sesuai antara pakaian dan perbuatan" jawabku panjang lebar kepadanya

Dan hanafi tidak menjawab pernyataan ku , dia diam dalam kesendirian nya. ketika dia sedang diam maka aku langsung menyambar pikiran nya dengan kata kata super ku ( seperti andrie wongso, mario teguh , Setia Furqan khalid, atau Ipho santosa)

"aan (panggilan hanafi) aku berpakaian seperti ini sama kayag tanda hitam di kening kau"
"hmmmm, maksudnya" Jawab Hanafi.


maka aku jelaskan dengan panjang lebar serta gaya menjelaskan seperti presentasi di sebuah rapat Direksi perusahan Multinational.


"begini aan , ketika kau memiliki tanda hitam di kening kau apa anggapan orang kepada kau ...?" sebelum hanafi menjawab aku sambar lagi.


"pasti orang orang bilang kau rajin shalat dan orang yang shalihkan...?, nah kalau begitu sama dengan pakaina yang aku pakai ini , pakaian ini menandakan indetitas aku sebagai orang shalih. lalu ketika kau sudah dianggap orang shalih apa yang engkau lakukan ...?"


Hanafi pun berdiam diri seraya menggiring sepeda motornya menuju ketempat pengisian bensin. Dan aku menegaskan lagi, "tanda hitam dikening kau dan pakaian yang ku pakai adalah sebuah penjaga diri dari ALLAH buat kita. ketika kau sudah di cap shalih dan rajin sholat pasti engkau akan malu meninggalkan sholat. Nah ketika kau dicap shalih maka kau pastinya akan berhati hati dalam bersikap. karena pasti engkau tidak mau kan nanti ada orang yang berkata


"Jidat sudah hitam, rajin shalat tapi kalau Muncung bertaik apa gunanya", Ya kan aan..?, seperti itu juga pakaian yang aku pakai , kenapa aku memakai pakaian muslim setiap hari karena aku ingin pakaian ini menjadi penjaga diri aku dari maksiat dan sifat sifat tercela. karena pakaian ini simbol agama ku yakni ISLAM, jika aku menggunakan pakaian ini lalu aku bermaksiat maka yg dihina bukan aku melainkan agama aku ISLAM, bayangkan kalau ada yang komentar seperti ini ("pake baju koko, kepala berlobe, jenggot panjang tapi sholat gak mau karajo main dakak di lapau") , bayangkan bila ada yang berkomentar seperti itu pasti yang jelek ISLAM".

Jadi intinya Baik pakaian maupun tanda hitam dikening kau aan, itu adalah penjaga diri kita, pengingat kita akan identitas kita sebagai Muslim

Nah oleh karena itu maka melalui tulisan ini ana akan jelaskan inti dari pembicaraan saya dan hanafi.



Jangan Pernah takut atau malu berpakaian Islami, toh berpakaian islami adalah menghidupkan Sunah nabi, sedangkan orang yang menghidupkan sunnah nabi adalah orang orang yang dicintai Nabi.

dalil nya

Telah menceritakan kepada kami(adam bin abu iyas), telah menceritakan kepada kami(syu'nah), telah menceritakan kepada kami(amru bin murrah), aku mendengar (murrah al hamdani), (abdullah) berkata, Rasulullah bersabda

"sebaik baik pembicaraan adalah kitabullah dan sebaik baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam, dan seburuk burk perbuatan adalah perkara baru". (HR BUKHARI)



Rasulullah Shallallahu 'alaihiwasallam bersabda :" Biarkanlah apa yang ku tinggalkan untuk kalian, hanya orang orang sebelum kalian yang binasa karena mereka gemar bertanya dan menyelisihi nabi mereka. jika kau melarang dari kalian sesuatu maka jauhilah, , dan apa bila aku perintahkan kalian dengan sesuatu maka lakukanlah semampu kalian" (HR BUKHARI)

Dari ‘Amr bin ‘Auf bin Zaid al-Muzani radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَحْيَا سُنَّةً مِنْ سُنَّتِى فَعَمِلَ بِهَا النَّاسُ كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا لاَ يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا

“Barangsiapa yang menghidupkan satu sunnah dari sunnah-sunnahku, kemudian diamalkan oleh manusia, maka dia akan mendapatkan (pahala) seperti pahala orang-orang yang mengamalkannya, dengan tidak mengurangi pahala mereka sedikit pun“


Suasana di majlis pertemuan itu hening sejenak. Semua yang hadir diam membatu. Mereka seperti sedang memikirkan sesuatu. Lebih-lebih lagi Saidina Abu Bakar. Itulah pertama kali dia mendengar orang yang sangat dikasihi melafazkan pengakuan demikian.

Seulas senyuman yang sedia terukir dibibirnya pun terungkai. Wajahnya yang tenang berubah warna. "Apakah maksudmu berkata demikian wahai Rasulullah? Bukankah kami ini saudara-saudaramu? " Saidina Abu Bakar bertanya melepaskan gumpalan teka-teki yang mula menyerabut fikiran.

"Tidak, wahai Abu Bakar. Kamu semua adalah sahabat-sahabatku tetapi bukan saudara-saudaraku (ikhwan)," suara Rasulullah bernada rendah.

"Kami juga ikhwanmu, wahai Rasulullah," kata seorang sahabat yang lain pula. Rasulullah menggeleng-gelangkan kepalanya perlahan-lahan sambil tersenyum. Kemudian baginda bersuara:

"Saudaraku ialah mereka yang belum pernah melihatku tetapi mereka beriman denganku sebagai Rasul Allah dan mereka sangat mencintaiku. Malahan kecintaan mereka kepadaku melebihi cinta mereka kepada anak-anak dan orang tua mereka."

Pada ketika yang lain pula, Rasulullah menceritakan tentang keimanan ‘ikhwan’ baginda: "Siapakah yang paling ajaib imannya?" tanya Rasulullah.

"Malaikat," jawab sahabat.

"Bagaimana para malaikat tidak beriman kepada Allah, sedangkan mereka sentiasa hampir dengan Allah," jelas Rasulullah. Para sahabat terdiam seketika. Kemudian mereka berkata lagi, " Para nabi."

"Bagaimana para nabi tidak beriman, sedangkan wahyu diturunkan kepada mereka."

"Mungkin kami," celah seorang sahabat.

"Bagaimana kamu tidak beriman, sedangkan aku berada ditengah-tengah kamu," pintas Rasulullah menyangkal hujah sahabatnya itu.

"Kalau begitu, hanya Allah dan Rasul-Nya sahaja yang lebih mengetahui," jawab seorang sahabat lagi, mengakui kelemahan mereka.

"Kalau kamu ingin tahu siapa mereka? Mereka ialah umatku yang hidup selepasku. Mereka membaca Al Quran dan beriman dengan semua isinya. Berbahagialah orang yang dapat berjumpa dan beriman denganku. Dan tujuh kali lebih berbahagia orang yang beriman denganku tetapi tidak pernah berjumpa denganku," jelas Rasulullah.

"Aku sungguh rindu hendak bertemu dengan mereka," ucap Rasulullah lagi setelah seketika membisu. Ada berbaur kesayuan pada ucapannya itu. (HR MUSLIM)






لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (balasan kebaikan pada) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” (QS al-Ahzaab:21).


Ketika anda berpakaian Islami itu berarti anda mensyi'arkan agama anda , dan menghidupkan Sunah nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wasallam.Pakaian Islami yang kita pakai adalah indetitas kita sebagai muslim, Kita akan mudah mengenali saudara kita dari cara berpakaian nya. bayangkan jika semua wanita muslimah memakai pakaian minim layaknya wanita non muslim, bisakah kita membedakan mana yang muslimah dan mana yang tidak muslimah ....?Pakaian Islami adalah sebuah hijab pada diri anda dari maksiat. Ketika anda berpakaian islami pasti anda akan merasakan ada beban moral yang ditanggung. maka ketika anda berpakaian islami anda akan selalu ingat dan mawas diri dalam bersikap.Jangan tunggu hidayah datang baru anda berpakaian islami, karena maut tidak mau menunggu hidayah datang untuk mencabut nyawa anda.



Sering kali ketika kita mengajak saudara/i kita berpakaian muslim mereka enggan dengan alasan
Akh....!! belum sesuai sikap aku dengan pakaian aku (maka pakailah pakaian itu sikap anda akan menyesuaikan diri dengan sendirinya).Akh...., belum ada hidayah nih, belum dapet hidayah (hidayah bukan ditunggu bahkan dinanti, hidayah itu dicari dengan memaksa diri untuk menerima kebenaran dan menjalankan nya)Yang pentingkan sholatnya nggak tinggal (Apakah sudah sempurna shalat kita sehingga amalan shalat dijadikan patokan bahwasanya diri kita sudah baik ...? ingat membuka aurat untuk 1 orang laki laki tidak halal dosanya sudah sangat besar , apa lagi di lihat ribuan mata lelaki, berapa besarkah dosanya, apakah cukup di imbangi dengan pahala sholat kita ...? yakin udah bener bener khusyuk shalatnya ..?)


Saudara ku, saudari ku ....
Pakaian yang kita pakai mencerminkan siapa kita
bersih pakaian kita maka Insya ALLAH bersih juga pribadi kita
baik pakaian kita maka Insya ALLAH baik juga Akhlak kita.


Berpakaian muslim bukan berarti kampungan...
buanglah stigma seperti itu. buang jauh jauh
ketika China dengan bangga memborbadir bangsa kita dengan
budayanya yakni kung fu dan banrongsai, kita merasa bangga menjadi bagian didalamnya.


Lalu mengapa ...??
ketika rasulullah memerintahkan untuk mengikuti seluruh gerak geriknya
baik cara berbicaranya, cara berjalan, akhlaknya, cara berpakaian nya, kita malah Enggan
Bahkan ada yang malu karena takut di bilang jadul seperti ayah ayah , seperti gadis ndeso
kalau kita malu , lalu dimanakah letak kebanggan kita sebagai seorang Muslim
dimana rasa cinta kita kepada Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam..?????



Mari syi'arkan budaya Islamiyah
yang santun, indah , bersih , rapi nan bersahaja.
banggalah sebagai Muslim, banggalah dengan Sunah Nabi mu.
Banggalah Saudara / i ku.




ALLAHUMMA SHALLI 'ALA MUHAMMAD , WA'ALA ALI MUHAMMAD
KAMAA SHOLAITA 'ALA IBROHIIM , WA'ALA ALI IBROHIIM
WABARIIK 'ALA MUHAMMAD, WA'ALA ALI MUHAMMAD
KAMAA BAROKTA 'ALA IBROHIIM , WA'ALA ALI IBROHIIM
INNAKA HAMIDUM MADJID.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar