Perjuangan
baru dimulai
Ini bukan Akhir !!
“FLP..
!! , BERBAKTI, BERKARYA, BERARTI”
Motto
kerja FLP (FORUM LINGKAR PENA) ini terasa masih bergema didalam hati, membekas,
berjejak jelas meninggalkan kenangan yang tersimpul dalam lembaran kitab
sejarah hidup kita. Yaaa, kita , Kita sang ksatria pena yang berjuang dengan
tinta dan kata. Berbuat bukan sekedar retorika belaka, namun memiliki sejuta
makna yang bisa kita hayati bersama senja. Saya Effendy Syahputra dengan nama
pena Andy J.P.M (Jemari Pena Menari), selaku anggota angkatan paling buncit di
FLP sumut yakni Angkatan VI (baca ENAM), angkatan yang hoby senam (salut buat
abang Juliandi instruktur senam kita), Izinkanlah saya bercerita sedikit banyak
tentang FLP SUMUT dan perjuangan saya, pengorbanan dan hal hal yang saya
lakukan demi menjadi anggota FLP angkatan VI.
”Izinkan saya bercerita yaa”
”Nggak Saya kasih Izin” tiba tiba ada Kak Putri rizky ardhina, Menolak dengan gayanya yang khas (loh apa ini..? sejak kapan beliau bisa masuk ke dalam tulisan saya)
”Izinkan saya bercerita yaa”
”Nggak Saya kasih Izin” tiba tiba ada Kak Putri rizky ardhina, Menolak dengan gayanya yang khas (loh apa ini..? sejak kapan beliau bisa masuk ke dalam tulisan saya)
“Loh kok, Gak
Dikasih izin, inikan tulisan saya, blognya juga punya saya, apa hak anda melarang, saya
tadikan cuma basa basi”
tadikan cuma basa basi”
Akhirnya
pecahlah perang saudara antara Andy (angkatan VI) dengan kak Putri (angkatan
V). Terdengarlah suara letusan senapan, granat yang dilemparkan, rudal rudal
yang berterbangan.
Wuuuuzzzzz, Booooommm, tar tar tar tar tar , serang sektor kanan, sektor kiri, tim bravo lakukan penyisiran ke area jam 11 , duaaaarrr (kurang lebih seperti itulah efek suara perangnya, hehehehe bayangkan aja sendiri). Dan sekali lagi maaf Kisah perang ini Fiktif. Oke kembali ke NOOOTEE BOOK !! (saya bukan tukul Arwana, dan gak punya laptop).
Wuuuuzzzzz, Booooommm, tar tar tar tar tar , serang sektor kanan, sektor kiri, tim bravo lakukan penyisiran ke area jam 11 , duaaaarrr (kurang lebih seperti itulah efek suara perangnya, hehehehe bayangkan aja sendiri). Dan sekali lagi maaf Kisah perang ini Fiktif. Oke kembali ke NOOOTEE BOOK !! (saya bukan tukul Arwana, dan gak punya laptop).
Kisah
Ini bermula. Pada Awal awal bulan ramadhan 1435 H/ Juli 2014 M, saya mendatangi
perpustakaan daerah kota medan, yang terletak di jalan Iskandar Muda, Seperti
biasa saya menghabiskan waktu saya untuk bercinta dengan buku buku perpustakaan
yang merupakan kekasih sejati saya (maklum aja yaa, saya ini jomblo yang
menanti). Ketika hari beranjak menua, saya pun akhirnya pulang, ketika akan
pulang saya mendapati sebuah spanduk yang bertuliskan “TADARUS SASTRA”, ketika
saya baca dengan seksama acara tadarus sastra ini diadakan oleh FORUM
LINGKAR PENA SUMATERA UTARA. Selidik punya sidik, dengan keberanian yang
mengusik, saya terpaku pada sebuah nomor sakti mandraguna, layaknya nomor togel
yang selalu dinanti oleh para penggila togel, yang kebanyakan abang tukang
becak di kedai kopi Haji Akir.
O8126088xxxx
(PUTRI)
Nomor
sakti ini seolah tersenyum dan menari nari dengan gemulai dihadapan saya, bak
penari ronggeng, Nomor sakti ini seolah berkata “ayo telpon saya”. Akhirnya
saya mengalah tertunduk lelah, dan mengeluarkan smartphone kesayangan saya,
mencatat baik baik, setiap angka yang tertera di spanduk tadarus sastra
tersebut. Singkat cerita saya telpon sms beliau, dan bertanya pada kepadanya.
“Asslammu’alaykum, kak putri ..?”
“Wslm, Yaa ni syp..?” (tipe orang yang
jawab salamnya gak niat, hahaha)
“saya andy, kak putri orang FLP yaa ?”
“Iya”
“kak ada fb gak...? Saya ingin menanyakan
sesuatu , tapi ngobrol lewat Fb aja yaa, gak ada pulsa nih”
“Putri Rizky Ardhina”
”Makasih ya kak, awak add yaa”
”Makasih ya kak, awak add yaa”
“oke”
Awal
pertama kali saya komunikasi dengan kak putri saya menilai beliau sosok yang
pelit bicara dan dingin, jawaban smsnya seperti gak niat (walau akhirnya saya
tahu faktor pulsalah yang bermain), namun saya akhirnya tahu kalau aslinya kak
putri itu orangnya very, very, very Hypersuper aktif, alias sanguinis sejati,
penghidup pesta, pembicara, dan seorang imaginer sejati. (yang di puji jangan
langsung naiklah kupingnya, colek dikit ahh kakak senior yang satu ini. Viss
kak putri) . ^_^
Akhirnya obrolan berlanjut di fb dan saya pun mulai bertanya panjang lebar dengan kak putri perihal FLP, dan bisa gak saya bergabung dengan FLP, dan kak putri berkata dengan sejuta kata penuh harap yang tak terungkap (saya tahu kak putri mengharapkan saya bergabung dengan FLP. hahahaha, air laut asin sendiri).
Akhirnya obrolan berlanjut di fb dan saya pun mulai bertanya panjang lebar dengan kak putri perihal FLP, dan bisa gak saya bergabung dengan FLP, dan kak putri berkata dengan sejuta kata penuh harap yang tak terungkap (saya tahu kak putri mengharapkan saya bergabung dengan FLP. hahahaha, air laut asin sendiri).
“iya bang andy, bulan sembilan
(september) nanti kami buka pendaftaran , daftar ya”
Singkat
cerita , malam harinya sepulang kerja dengan lelah menumpuk, saya segera
browsing di internet, alias nanya sama mbah “gugel” perihal FLP. Akhirnya saya
mengetahui sejarah berdirinya FLP dan siapa pendirinya serta visi misi dan
program kerjanya. Jujur saja saya yang dari kecil suka berorganisasi tiba tiba
merasa jatuh cinta dengan FLP, entah mengapa rasanya itu “BAHAGIANYA TUH
DISINI” (sambil nyanyi karaokean di Inul Vista, becanda), Saya menyukai sekali
sepak terjang Asma Nadia, Muthmainah, Helvi Tiana Rosa dalam melawan perang
pemikiran dengan penulis penulis yang sama sekali tidak edukatif dan imajinatif untuk generasi muda
Indonesia.
Saya
teringat, ketika di era tahun 80 sama 90 an dunia tulis menulis indonesia di
penuhi tulisan tulisan yang berbau seks (wiro sableng dan hantu jatilandak) dan
sejenisnya, serta buku buku yang benar benar menyesatkan. Dan pada tahun tahun
itu Indonesia tidak memiliki penulis yang mampu mengimbangi penyesatan yang
mereka lakukan , sepeninggal Buya Hamka, A.A Navis, Chairil Anwar dll. Dunia
sastra indonesia jauh dari kata mendidik, maka munculnya Forum Lingkar Pena
(FLP) adalah sebuah kebangkitan besar dunia sastra Indonesia.
Saya
merasa memiliki kesamaan visi dan misi perjuangan dengan FLP, Maka saya sangat
ingin bergabung dengan FLP, saya ingin sekali menyelamatkan Generasi Muda
Indonesia dari pengaruh Westernisasi, dari Liberalisme, dengan menjadi penulis
yang mengajarkan prinsip prinsip islam yang rahmatan ‘alamiin, saya ingin
merangkul anak anak muda untuk kembali ke masjid, belajar agama, bahu membahu
berdakwah, senantiasa memperindah akhlak, saya ingin melihat kembali anak anak
indonesia yang mencintai budaya ibunya, mencintai tanah airnya, mencintai
agamanya. Saya ingin sekali melihat lagi suasana ketika maghrib menjelang anak
anak kecil berbondong bondong ke masjid dengan mendekap Al quran didada mereka
(Ya Allah, saya teringat masa kecil saat mengaji dirumah Al Qur’an Al fatah)
Saya ingin melihat keindahan yang begitu lembut tersebut. Sangat menyedihkan
melihat generasi muda sekarang banyak yang mendekam di warnet, di mall mall, di
Plaza, di tempat karaoke, di cafe cafe, dan mereka tumbuh jadi remaja kosong
tiada berkarya dan bermanfaat bagi hidupnya.
“Sungguh celaka seorang pemuda yang menjalani hidupnya dalam ke sia siaan”
“Sungguh celaka seorang pemuda yang menjalani hidupnya dalam ke sia siaan”
H A
L O O
O . .
. . .
Serius
amat bacanya.......
Kok saya jadi curhat yaaa, oalaaahhh , jangan pada mewek donk
Kok saya jadi curhat yaaa, oalaaahhh , jangan pada mewek donk
Nah
karena kesamaan visi dan misi perjuangan saya akhirnya mempersiapkan diri untuk
mengikuti ujian. Singkat cerita , pada tanggal 3 september 2014, saya
menghubungi kak Putri Rizki Ardhina, dan menanyakan perihal pendaftaran sudah
dibuka apa belum, dan saya bertanya pula apa apa saja syarat syarat yang harus
di penuhi oleh saya agar bisa mengikuti ujian masuk untuk menjadi anggota FLP. Nah berawal dari hari itu saya mengikuti
instruksi dari beliau Ustadzah Putri Rizki Ardhina (secara beliau jebolan Dai
Muda), dan sampailah saya pada tahap sekarang ini, diterima dan direkrut
menjadi anggota Forum Lingkar Pena Sumatera Utara, saya tidak tahu harus
berkata apa , saya hanya berkata Allah Maha Baik, Maha Baik, Allah Ar rahman,
Allah Ar rahiim. Jika bukan karena kebaikkan Allah saya tidak akan mungkin bisa
berada disini sekarang menuliskan cerita ini. Jika tidak karena kasih sayang
Allah saya pasti tidak akan dipertemukan dan diperkenalkan dengan Kak Putri
Rizki Ardhina. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat, cinta dan kasihnya
untuk beliau, serta hidayah yang selalu tercurah, rezeki yang lapang, umur yang
berkah dan segera dipertemukan dengan jodohnya (Doa saya untuk kak Putri) ,
Aaamiiin.
JATUH
BANGUN SAYA SEBELUM MENGIKUTI UJIAN
2
minggu sebelum interview dan ujian tertulis di Rumcay (Rumah Cahaya) dijalan
sei deli, saya mengunjungi perpustakaan dan meminjam buku karya ustadz Yusuf
Mansur yang berjudul “UNDANG SAJA ALLAH”. Saya merasa Allah memang sengaja
menggerakkan hati saya untuk meminjam buku tersebut, dan dari buku tersebut
saya berusaha memurnikan niat saya untuk bergabung dengan FLP, Allah mengetuk
pintu hati saya dengan kelembutan yang indah, dengan air mata yang mengalir
dalam kepasrahan tunduk dalam sujud yang dalam.
Didalam
buku itu Ustadz Yusuf Mansur mengajarkan, Undanglah Allah dalam segala
aktivitas hidup kita, beliau mengajarkan keutamaan TAUHID dalam kehidupan,
beliau mengajarkan kepasrahan diri kepada ALLAH. Dan beliau mengajarkan saya
untuk melakukan Riyadhah (memperbanyak amalan sunah) agar hajat kita cepat
dikabulkan ALLAH, agar doa kita didengar ALLAH, agar ALLAH senantiasa mau hadir
ketika kita mengundang NYA untuk terlibat dalam hidup kita, Subhanallah .
Nah
sesuai instruksi Ustadz Yusuf Mansur, saya memperkuat ibadah Sunah saya selama
40 hari, hari hari saya selalu lewati dengan ibadah Sunah yang tak putus putus,
saya tahajjud tak putus , dhuha yang tadinya 2 rakaat saya tingkatkan jadi 4,
terkadang 8 rakaat, kemudian rutin mendawamkan surah Al waqiah, Al mulk, Al
Fajr serta zikir asmaul husna “ya fatahu” dan “ya razzaqu” , kemudian jor joran
sedekah, dan saya juga mengkombinasikan puasa senin kamis dengan puasa daud,
jadi dalam seminggu saya hanya 3 hari tidak berpuasa , 4 harinya saya habiskan
untuk puasa, itu semua agar Allah ridha dan melihat kesungguhan ikhtiar saya,
demi menggapai hajat saya menjadi seorang penulis. ini semua saya lakukan
sampai pada hari dimana ujian tertulis tiba.
Sabtu , 04 oktober 2014, sepulang dari tempat kerja mendadak badan saya panas demam tinggi, saya langsung terkapar, dan tertidur pulas, dan terbangun oleh suara adzan maghrib, saya dengan susah payah bangun, merayap ke kamar mandi dan segera mandi, dan berwudhu, ketika saya selesai mandi dan hendak berwudhu, saya mendapati kepala saya mendenyut keras seolah akan pecah, saya pun akhirnya merasa mual dan muntah muntah, sakit banget perut saya melilit rasanya.
Sabtu , 04 oktober 2014, sepulang dari tempat kerja mendadak badan saya panas demam tinggi, saya langsung terkapar, dan tertidur pulas, dan terbangun oleh suara adzan maghrib, saya dengan susah payah bangun, merayap ke kamar mandi dan segera mandi, dan berwudhu, ketika saya selesai mandi dan hendak berwudhu, saya mendapati kepala saya mendenyut keras seolah akan pecah, saya pun akhirnya merasa mual dan muntah muntah, sakit banget perut saya melilit rasanya.
“Ya Allah,
besok hamba akan menghadapi ujian, kenapa badan malah drop, kenapa justru jatuh
sakit menjelang hari H”
Saya
langsung kontan bersandar didinding kamar mandi dan menangis terisak isak, dan
bertanya pada diri sendiri, kenapa mesti sakit disaat besok mau ujian, kenapa
mesti sekarang sakitnya. Saya pun berusaha menata hati saya dan berusaha
memotivasi diri saya sendiri.
I”Ayo
bangkit diri ku, garis finish didepan mata, masa tumbang hanya karena sakit
yang tidak seberapa ini”
Akhirnya
saya berwudhu dan memutuskan shalat maghrib, dan kemudian pergi ke mushalla,
karena malam ini akan ada agenda pengajian mingguan Laskar Immtaq, ba’da isya
pengajian dimulai, badan saya semakin panas, dan kepala semakin mendenyut,
kemudian selesai pengajian, badan saya sudah tidak kuat dibawa kemana mana ,
saya memutuskan untuk tidur menginap di mushalla, Alhamdulillah Allah maha
baik, adik adik Immtaq yang ikhwan mau menemani saya yang terkulai lemah di
mushalla.
Tepat
pada Pukul 03:00 pagi saya terbangun dengan kondisi badan yang sudah mulai
membaik, walau masih meriang saya putuskan untuk tahajjud, berdoa menghiba iba
kepada Allah agar dipermudah dalam mengikuti ujian nanti pagi.
“Allahumma
yasiir, wala Tu’asiir faiin tasiira”
(Doa ini saya ulang ulang 100x)
Selesai
tahajjud, saya keluar dari mushalla, menuju ke kedai kopi yang masih buka, saya
lantas memesan 2 gelas teh manis super panas, untuk menghangatkan badan saya
yang kedinginan karena demam yang belum sembuh sepenuhnya. Setelah itu saya
membawa teh manis kedalam mushalla, dan membaca Al quran sambil menunggu subuh
ditemani 2 gelas teh manis super panas. Ketika
sedang asyik membaca Al qur’an, Allah menunjukkan kasih sayang NYA yang
begitu besar kepada saya. Saya
mendapatkan tambahan motivasi dari ayat Al Qur’an yang saya baca ,
Bismillahirrahmanirrahiim
Dia berkata
(ibrahim), “ Tidak ada yang berputus asa dari rahmat Allah kecuali orang orang
yang sesat
(Qs Al -Hijr
56) “
Aku
seperti mendapat dorongan kuat dipunggungku untuk terus melangkah, aku merasa
ada tangan yang tak terlihat menepuk punggung ku dengan kelembutan dengan
cinta, dengan kasih sayang, menuntun ku untuk tetap berjalan, untuk tetap,
bangkit walau seribu kali jatuh tersaruk. I am Strong, Thanks Allah.
Fasabbihbismika Rabbuka al’adzhiim.
Akhirnya akupun berhasil mengikuti ujian tersebut, walau harus datang dengan kondisi meriang, batuk batuk, serta tubuh yang lemah. Sabtu malam saat saya terkapar dimushalla, saya sms rekan saya sesama angkatan VI mengeluh soal sakit saya menjelang ujian, eh tidak disangka dia malah membalas seperti ini.
Akhirnya akupun berhasil mengikuti ujian tersebut, walau harus datang dengan kondisi meriang, batuk batuk, serta tubuh yang lemah. Sabtu malam saat saya terkapar dimushalla, saya sms rekan saya sesama angkatan VI mengeluh soal sakit saya menjelang ujian, eh tidak disangka dia malah membalas seperti ini.
”Masih mending bg sakit, lah awak
entah bisa datang atau nggak”
Saya
pun tertawa, ternyata tidak hanya saya yang jatuh bangun untuk ujian FLP ini.
Balik ke topik, akhirnya ujian ini terlewati, pulang dari lokasi ujian saya
betul betul terkapar sakit, dan harus cuti 3 hari tidak masuk kerja, karena
saya sudah tidak sanggup bergerak lagi dengan demam yang semakin tinggi. Saya
hanya memasrahkan diri dan measrahkan hasil ujian kepada ALLAH, saya sudah
Riyadhah, saya sudah ikhtiar, dan tak henti henti berdoa, dan inilah Ikhtiar
saya. Ya Rabb saksikanlah.
Akhirnya
kini, 5 november, saya resmi diterima menjadi Anggota Forum Lingkar Pena
angkatan VI bersama 28 teman teman saya yang lainnya, dengan ini berikrar,
menyatakan bahwasanya “KAMI SEMUA SIAP MENJADI KSATRIA PENA BERSENJATAKAN KATA
YANG SALING NASEHAT MENASEHATI DALAM KEBENARAN DAN KESABARAN, YANG BERGERAK
ATAS NAMA IBADAH KEPADA ALLAH, BERBUAT ATAS LANDASAN SEMANGAT JIHAD
FISABILILLAH, BERBAGI ATAS NAMA DAKWAH PENUH CINTA, DEMI MEWUJUDKAN EKSISTENSI
KAMI SEBAGI MANUSIA, SEBAGAI KHALIFAH DI BUMI ALLAH.
ALLAHU AKBAR !!!
Allah Maha baik dengan segala karunianya, jika bukan karena kebaikkan ALLAH, tentu saya tidak akan dipermudahkan ALLAH dalam menggapai Impian saya. Dan saya sekarang akan tetap melakukan Riyadhah, karena saya punya hajat lain yakni sebelum 1 tahun saya di FLP saya harus sudah bisa menerbitkan beberapa buku. Saya yakin bisa dan selalu ada ALLAH yang akan mempermudah jalan saya. Ingat kawan kawan UNDANG SAJA ALLAH (loh kok saya jadi promo buku ustadz Yusuf Mansur sih..).
Semoga Kisah saya ini mengisnpirasi siapa saja, terutama kawan kawan FLP diseluruh Indonesia.
ALLAHU AKBAR !!!
Allah Maha baik dengan segala karunianya, jika bukan karena kebaikkan ALLAH, tentu saya tidak akan dipermudahkan ALLAH dalam menggapai Impian saya. Dan saya sekarang akan tetap melakukan Riyadhah, karena saya punya hajat lain yakni sebelum 1 tahun saya di FLP saya harus sudah bisa menerbitkan beberapa buku. Saya yakin bisa dan selalu ada ALLAH yang akan mempermudah jalan saya. Ingat kawan kawan UNDANG SAJA ALLAH (loh kok saya jadi promo buku ustadz Yusuf Mansur sih..).
Semoga Kisah saya ini mengisnpirasi siapa saja, terutama kawan kawan FLP diseluruh Indonesia.
4
mantra kehidupan :
Man jada
wajada
(siapa yang
bersungguh sungguh akan mendapatkan hasil)
Man Shabara
Zafira
(siapa yang
bersabar , maka akan beruntung)
Man Yazra
Yahsud
(siapa yang
menanam dia yang akan menuai hasil
Man Sara ala
darbi wasala
(siapa yang
berada dijalannya akan mendapati jalannya)