Rabu, 05 November 2014

Perjuangan baru dimulai Ini bukan Akhir !!



Perjuangan baru dimulai
Ini bukan Akhir !!


          “FLP.. !! , BERBAKTI, BERKARYA, BERARTI”


Motto kerja FLP (FORUM LINGKAR PENA) ini terasa masih bergema didalam hati, membekas, berjejak jelas meninggalkan kenangan yang tersimpul dalam lembaran kitab sejarah hidup kita. Yaaa, kita , Kita sang ksatria pena yang berjuang dengan tinta dan kata. Berbuat bukan sekedar retorika belaka, namun memiliki sejuta makna yang bisa kita hayati bersama senja. Saya Effendy Syahputra dengan nama pena Andy J.P.M (Jemari Pena Menari), selaku anggota angkatan paling buncit di FLP sumut yakni Angkatan VI (baca ENAM), angkatan yang hoby senam (salut buat abang Juliandi instruktur senam kita), Izinkanlah saya bercerita sedikit banyak tentang FLP SUMUT dan perjuangan saya, pengorbanan dan hal hal yang saya lakukan demi menjadi anggota FLP angkatan VI.


”Izinkan saya bercerita yaa”

”Nggak Saya kasih Izin” tiba tiba ada Kak Putri rizky ardhina, Menolak dengan gayanya yang khas (loh apa ini..? sejak kapan beliau bisa masuk ke dalam tulisan saya)

“Loh kok, Gak Dikasih izin, inikan tulisan saya, blognya juga punya saya, apa hak anda    melarang, saya 
  tadikan cuma basa basi”



Akhirnya pecahlah perang saudara antara Andy (angkatan VI) dengan kak Putri (angkatan V). Terdengarlah suara letusan senapan, granat yang dilemparkan, rudal rudal yang berterbangan.

Wuuuuzzzzz, Booooommm, tar tar tar tar tar , serang sektor kanan, sektor kiri, tim bravo lakukan penyisiran ke area jam 11 , duaaaarrr (kurang lebih seperti itulah efek suara perangnya, hehehehe bayangkan aja sendiri). Dan sekali lagi maaf Kisah perang ini Fiktif. Oke kembali ke NOOOTEE BOOK !! (saya bukan tukul Arwana, dan gak punya laptop).





Kisah Ini bermula. Pada Awal awal bulan ramadhan 1435 H/ Juli 2014 M, saya mendatangi perpustakaan daerah kota medan, yang terletak di jalan Iskandar Muda, Seperti biasa saya menghabiskan waktu saya untuk bercinta dengan buku buku perpustakaan yang merupakan kekasih sejati saya (maklum aja yaa, saya ini jomblo yang menanti). Ketika hari beranjak menua, saya pun akhirnya pulang, ketika akan pulang saya mendapati sebuah spanduk yang bertuliskan “TADARUS SASTRA”, ketika saya baca dengan seksama acara tadarus sastra ini diadakan oleh FORUM LINGKAR PENA SUMATERA UTARA. Selidik punya sidik, dengan keberanian yang mengusik, saya terpaku pada sebuah nomor sakti mandraguna, layaknya nomor togel yang selalu dinanti oleh para penggila togel, yang kebanyakan abang tukang becak di kedai kopi Haji Akir.


O8126088xxxx
(PUTRI)

Nomor sakti ini seolah tersenyum dan menari nari dengan gemulai dihadapan saya, bak penari ronggeng, Nomor sakti ini seolah berkata “ayo telpon saya”. Akhirnya saya mengalah tertunduk lelah, dan mengeluarkan smartphone kesayangan saya, mencatat baik baik, setiap angka yang tertera di spanduk tadarus sastra tersebut. Singkat cerita saya telpon sms beliau, dan bertanya pada kepadanya.

“Asslammu’alaykum, kak putri ..?”

“Wslm, Yaa ni syp..?” (tipe orang yang jawab salamnya gak niat, hahaha)

“saya andy, kak putri orang FLP yaa ?”

“Iya”

“kak ada fb gak...? Saya ingin menanyakan sesuatu , tapi ngobrol lewat Fb aja yaa, gak ada pulsa nih”

“Putri Rizky Ardhina”

”Makasih ya kak, awak add yaa”

“oke”

Awal pertama kali saya komunikasi dengan kak putri saya menilai beliau sosok yang pelit bicara dan dingin, jawaban smsnya seperti gak niat (walau akhirnya saya tahu faktor pulsalah yang bermain), namun saya akhirnya tahu kalau aslinya kak putri itu orangnya very, very, very Hypersuper aktif, alias sanguinis sejati, penghidup pesta, pembicara, dan seorang imaginer sejati. (yang di puji jangan langsung naiklah kupingnya, colek dikit ahh kakak senior yang satu ini. Viss kak putri) . ^_^



    Akhirnya obrolan berlanjut di fb dan saya pun mulai bertanya panjang lebar dengan kak putri perihal FLP, dan bisa gak saya bergabung dengan FLP, dan kak putri berkata dengan sejuta kata penuh harap yang tak terungkap (saya tahu kak putri mengharapkan saya bergabung dengan FLP. hahahaha, air laut asin sendiri).


“iya bang andy, bulan sembilan (september) nanti kami buka pendaftaran , daftar ya”


Singkat cerita , malam harinya sepulang kerja dengan lelah menumpuk, saya segera browsing di internet, alias nanya sama mbah “gugel” perihal FLP. Akhirnya saya mengetahui sejarah berdirinya FLP dan siapa pendirinya serta visi misi dan program kerjanya. Jujur saja saya yang dari kecil suka berorganisasi tiba tiba merasa jatuh cinta dengan FLP, entah mengapa rasanya itu “BAHAGIANYA TUH DISINI” (sambil nyanyi karaokean di Inul Vista, becanda), Saya menyukai sekali sepak terjang Asma Nadia, Muthmainah, Helvi Tiana Rosa dalam melawan perang pemikiran dengan penulis penulis yang sama sekali tidak  edukatif dan imajinatif untuk generasi muda Indonesia.


Saya teringat, ketika di era tahun 80 sama 90 an dunia tulis menulis indonesia di penuhi tulisan tulisan yang berbau seks (wiro sableng dan hantu jatilandak) dan sejenisnya, serta buku buku yang benar benar menyesatkan. Dan pada tahun tahun itu Indonesia tidak memiliki penulis yang mampu mengimbangi penyesatan yang mereka lakukan , sepeninggal Buya Hamka, A.A Navis, Chairil Anwar dll. Dunia sastra indonesia jauh dari kata mendidik, maka munculnya Forum Lingkar Pena (FLP) adalah sebuah kebangkitan besar dunia sastra Indonesia.


Saya merasa memiliki kesamaan visi dan misi perjuangan dengan FLP, Maka saya sangat ingin bergabung dengan FLP, saya ingin sekali menyelamatkan Generasi Muda Indonesia dari pengaruh Westernisasi, dari Liberalisme, dengan menjadi penulis yang mengajarkan prinsip prinsip islam yang rahmatan ‘alamiin, saya ingin merangkul anak anak muda untuk kembali ke masjid, belajar agama, bahu membahu berdakwah, senantiasa memperindah akhlak, saya ingin melihat kembali anak anak indonesia yang mencintai budaya ibunya, mencintai tanah airnya, mencintai agamanya. Saya ingin sekali melihat lagi suasana ketika maghrib menjelang anak anak kecil berbondong bondong ke masjid dengan mendekap Al quran didada mereka (Ya Allah, saya teringat masa kecil saat mengaji dirumah Al Qur’an Al fatah) Saya ingin melihat keindahan yang begitu lembut tersebut. Sangat menyedihkan melihat generasi muda sekarang banyak yang mendekam di warnet, di mall mall, di Plaza, di tempat karaoke, di cafe cafe, dan mereka tumbuh jadi remaja kosong tiada berkarya dan bermanfaat bagi hidupnya.



    Sungguh celaka seorang pemuda yang menjalani hidupnya dalam ke sia siaan”



H  A  L  O  O  O  .  .  .  .  .

Serius amat bacanya.......
Kok saya jadi curhat yaaa, oalaaahhh , jangan pada mewek donk


Nah karena kesamaan visi dan misi perjuangan saya akhirnya mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian. Singkat cerita , pada tanggal 3 september 2014, saya menghubungi kak Putri Rizki Ardhina, dan menanyakan perihal pendaftaran sudah dibuka apa belum, dan saya bertanya pula apa apa saja syarat syarat yang harus di penuhi oleh saya agar bisa mengikuti ujian masuk untuk menjadi anggota FLP.  Nah berawal dari hari itu saya mengikuti instruksi dari beliau Ustadzah Putri Rizki Ardhina (secara beliau jebolan Dai Muda), dan sampailah saya pada tahap sekarang ini, diterima dan direkrut menjadi anggota Forum Lingkar Pena Sumatera Utara, saya tidak tahu harus berkata apa , saya hanya berkata Allah Maha Baik, Maha Baik, Allah Ar rahman, Allah Ar rahiim. Jika bukan karena kebaikkan Allah saya tidak akan mungkin bisa berada disini sekarang menuliskan cerita ini. Jika tidak karena kasih sayang Allah saya pasti tidak akan dipertemukan dan diperkenalkan dengan Kak Putri Rizki Ardhina. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat, cinta dan kasihnya untuk beliau, serta hidayah yang selalu tercurah, rezeki yang lapang, umur yang berkah dan segera dipertemukan dengan jodohnya (Doa saya untuk kak Putri) , Aaamiiin.






JATUH BANGUN SAYA SEBELUM MENGIKUTI UJIAN



2 minggu sebelum interview dan ujian tertulis di Rumcay (Rumah Cahaya) dijalan sei deli, saya mengunjungi perpustakaan dan meminjam buku karya ustadz Yusuf Mansur yang berjudul “UNDANG SAJA ALLAH”. Saya merasa Allah memang sengaja menggerakkan hati saya untuk meminjam buku tersebut, dan dari buku tersebut saya berusaha memurnikan niat saya untuk bergabung dengan FLP, Allah mengetuk pintu hati saya dengan kelembutan yang indah, dengan air mata yang mengalir dalam kepasrahan tunduk dalam sujud yang dalam.


Didalam buku itu Ustadz Yusuf Mansur mengajarkan, Undanglah Allah dalam segala aktivitas hidup kita, beliau mengajarkan keutamaan TAUHID dalam kehidupan, beliau mengajarkan kepasrahan diri kepada ALLAH. Dan beliau mengajarkan saya untuk melakukan Riyadhah (memperbanyak amalan sunah) agar hajat kita cepat dikabulkan ALLAH, agar doa kita didengar ALLAH, agar ALLAH senantiasa mau hadir ketika kita mengundang NYA untuk terlibat dalam hidup kita, Subhanallah .


Nah sesuai instruksi Ustadz Yusuf Mansur, saya memperkuat ibadah Sunah saya selama 40 hari, hari hari saya selalu lewati dengan ibadah Sunah yang tak putus putus, saya tahajjud tak putus , dhuha yang tadinya 2 rakaat saya tingkatkan jadi 4, terkadang 8 rakaat, kemudian rutin mendawamkan surah Al waqiah, Al mulk, Al Fajr serta zikir asmaul husna “ya fatahu” dan “ya razzaqu” , kemudian jor joran sedekah, dan saya juga mengkombinasikan puasa senin kamis dengan puasa daud, jadi dalam seminggu saya hanya 3 hari tidak berpuasa , 4 harinya saya habiskan untuk puasa, itu semua agar Allah ridha dan melihat kesungguhan ikhtiar saya, demi menggapai hajat saya menjadi seorang penulis. ini semua saya lakukan sampai pada hari dimana ujian tertulis tiba.



        Sabtu , 04 oktober 2014, sepulang dari tempat kerja mendadak badan saya panas demam tinggi, saya langsung terkapar, dan tertidur pulas, dan terbangun oleh suara adzan maghrib, saya dengan susah payah bangun, merayap ke kamar mandi dan segera mandi, dan berwudhu, ketika saya selesai mandi dan hendak berwudhu, saya mendapati kepala saya mendenyut keras seolah akan pecah, saya pun akhirnya merasa mual dan muntah muntah, sakit banget perut saya melilit rasanya.


       

“Ya Allah, besok hamba akan menghadapi ujian, kenapa badan malah drop, kenapa justru jatuh sakit menjelang hari H”




Saya langsung kontan bersandar didinding kamar mandi dan menangis terisak isak, dan bertanya pada diri sendiri, kenapa mesti sakit disaat besok mau ujian, kenapa mesti sekarang sakitnya. Saya pun berusaha menata hati saya dan berusaha memotivasi diri saya sendiri.


I”Ayo bangkit diri ku, garis finish didepan mata, masa tumbang hanya karena sakit yang tidak seberapa ini”



Akhirnya saya berwudhu dan memutuskan shalat maghrib, dan kemudian pergi ke mushalla, karena malam ini akan ada agenda pengajian mingguan Laskar Immtaq, ba’da isya pengajian dimulai, badan saya semakin panas, dan kepala semakin mendenyut, kemudian selesai pengajian, badan saya sudah tidak kuat dibawa kemana mana , saya memutuskan untuk tidur menginap di mushalla, Alhamdulillah Allah maha baik, adik adik Immtaq yang ikhwan mau menemani saya yang terkulai lemah di mushalla.



Tepat pada Pukul 03:00 pagi saya terbangun dengan kondisi badan yang sudah mulai membaik, walau masih meriang saya putuskan untuk tahajjud, berdoa menghiba iba kepada Allah agar dipermudah dalam mengikuti ujian nanti pagi.



“Allahumma yasiir, wala Tu’asiir faiin tasiira”
(Doa ini saya ulang ulang 100x)


Selesai tahajjud, saya keluar dari mushalla, menuju ke kedai kopi yang masih buka, saya lantas memesan 2 gelas teh manis super panas, untuk menghangatkan badan saya yang kedinginan karena demam yang belum sembuh sepenuhnya. Setelah itu saya membawa teh manis kedalam mushalla, dan membaca Al quran sambil menunggu subuh ditemani 2 gelas teh manis super panas. Ketika  sedang asyik membaca Al qur’an, Allah menunjukkan kasih sayang NYA yang begitu besar kepada saya. Saya  mendapatkan tambahan motivasi dari ayat Al Qur’an yang saya baca , Bismillahirrahmanirrahiim


Dia berkata (ibrahim), “ Tidak ada yang berputus asa dari rahmat Allah kecuali orang orang yang sesat
(Qs Al -Hijr 56) “



Aku seperti mendapat dorongan kuat dipunggungku untuk terus melangkah, aku merasa ada tangan yang tak terlihat menepuk punggung ku dengan kelembutan dengan cinta, dengan kasih sayang, menuntun ku untuk tetap berjalan, untuk tetap, bangkit walau seribu kali jatuh tersaruk. I am Strong, Thanks Allah. Fasabbihbismika Rabbuka al’adzhiim.



        Akhirnya akupun berhasil mengikuti ujian tersebut, walau harus datang dengan kondisi meriang, batuk batuk, serta tubuh yang lemah. Sabtu malam saat saya terkapar dimushalla, saya sms  rekan saya sesama angkatan VI mengeluh soal sakit saya menjelang ujian, eh tidak disangka dia malah membalas seperti ini.



       Masih mending bg sakit, lah awak entah bisa datang atau nggak”


Saya pun tertawa, ternyata tidak hanya saya yang jatuh bangun untuk ujian FLP ini. Balik ke topik, akhirnya ujian ini terlewati, pulang dari lokasi ujian saya betul betul terkapar sakit, dan harus cuti 3 hari tidak masuk kerja, karena saya sudah tidak sanggup bergerak lagi dengan demam yang semakin tinggi. Saya hanya memasrahkan diri dan measrahkan hasil ujian kepada ALLAH, saya sudah Riyadhah, saya sudah ikhtiar, dan tak henti henti berdoa, dan inilah Ikhtiar saya. Ya Rabb saksikanlah.



       

Akhirnya kini, 5 november, saya resmi diterima menjadi Anggota Forum Lingkar Pena angkatan VI bersama 28 teman teman saya yang lainnya, dengan ini berikrar, menyatakan bahwasanya “KAMI SEMUA SIAP MENJADI KSATRIA PENA BERSENJATAKAN KATA YANG SALING NASEHAT MENASEHATI DALAM KEBENARAN DAN KESABARAN, YANG BERGERAK ATAS NAMA IBADAH KEPADA ALLAH, BERBUAT ATAS LANDASAN SEMANGAT JIHAD FISABILILLAH, BERBAGI ATAS NAMA DAKWAH PENUH CINTA, DEMI MEWUJUDKAN EKSISTENSI KAMI SEBAGI MANUSIA, SEBAGAI KHALIFAH DI BUMI ALLAH.




ALLAHU AKBAR !!!





  Allah Maha baik dengan segala karunianya, jika bukan karena kebaikkan ALLAH, tentu saya tidak akan dipermudahkan ALLAH dalam menggapai Impian saya. Dan saya sekarang akan tetap melakukan Riyadhah, karena saya punya hajat lain yakni sebelum 1 tahun saya di FLP saya harus sudah bisa menerbitkan beberapa buku. Saya yakin bisa dan selalu ada ALLAH yang akan mempermudah jalan saya. Ingat kawan kawan UNDANG SAJA ALLAH (loh kok saya jadi promo buku ustadz Yusuf Mansur sih..).




Semoga Kisah saya ini mengisnpirasi siapa saja, terutama kawan kawan FLP diseluruh Indonesia.










4 mantra kehidupan :


Man jada wajada
(siapa yang bersungguh sungguh akan mendapatkan hasil)


Man Shabara Zafira
(siapa yang bersabar , maka akan beruntung)


Man Yazra Yahsud
(siapa yang menanam dia yang akan menuai hasil


Man Sara ala darbi wasala
(siapa yang berada dijalannya akan mendapati jalannya)




Andy J.P.M (Jemari Pena Menari)